--> Larangan Merekam Persidangan Menguntungkan Mafia Peradilan | Padang Info |

Larangan Merekam Persidangan Menguntungkan Mafia Peradilan

padanginfo.com - JAKARTA - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengkritik larangan mengambil foto, rekaman suara dan vid...


padanginfo.com - JAKARTA - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengkritik larangan mengambil foto, rekaman suara dan video persidangan tanpa seizin ketua pengadilan yang baru saja diterbitkan Mahkamah Agung. Dia menilai itu menjadi angin segar bagi mafia tetapi buruk bagi jurnalis.

"YLBHI berpendapat bahwa larangan memfoto, merekam dan meliput persidangan tanpa izin Ketua Pengadilan akan memperparah mafia peradilan yang selama ini dalam banyak laporan sangat banyak ditemukan," kata Ketua YLBHI Asfinawati SH, Rabu (26/2).

YLBHI memperoleh dokumen Surat Edaran Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2020 Tentang Tata Tertib Menghadiri Persidangan yang ditandatangani pada 7 Februari 2020.

Dalam surat edaran tersebut terdapat aturan bahwa "Pengambilan Foto, rekaman suara, rekaman TV harus seizin Ketua Pengadilan Negeri yang bersangkutan".

Disebutkannya, hal itu juga bertentangan dengan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers yang menjamin kerja-kerja jurnalistik dalam memperoleh informasi dan menyebarluaskannya kepada masyarakat. Apalagi terdapat ancaman pemidanaan di dalamnya.

Ancaman pidana yang ada dalam Surat Edaran tersebut sudah terdapat dalam UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, sehingga tidak pada tempatnya dicantumkan dalam Surat Edaran ini. Selain itu, memfoto, merekam, dan meliput persidangan tanpa izin adalah ranah hukum administrasi yang dihubungkan dengan sesuatu perbuatan yang dilarang.

Sedangkan memfoto, merekam, dan meliput tidak dapat dikategorikan sebagai perbuatan yang dilarang. Selain itu ketua pengadilan dan birokrasinya akan dengan mudah menolak permohonan izin tersebut dengan berbagai alasan dan kepentingan tertentu.

YLBHI mencatat, selama ini rekaman sidang memiliki setidak-tidaknya beberapa manfaat yaitu:

1. Bukti keterangan-keterangan dalam sidang.


Indonesia tidak memiliki tradisi dan ketentuan yang ketat mengenai catatan jalannya sidang. LBH-YLBHI sering menemui keterangan saksi dikutip secara berbeda baik di dalam tuntutan Jaksa Penuntut Umum maupun putusan majelis hakim. Atau keterangan saksi tidak dikutip secara utuh baik oleh Jaksa maupun hakim sehingga menimbulkan makna berbeda. Pola lain adalah ada keterangan saksi-saksi tertentu tidak diambil dan tidak dijelaskan pemilihan keterangan saksi tersebut. Dalam pengalaman LBH juga sering ditemukan hakim menghalang-halangi liputan media dan juga dokumentasi oleh Tim Penasihat Hukum;

2. Bukti sikap majelis hakim dan para pihak.

Hakim dan para pihak terikat pada hukum dalam bertindak di dalam sidang. Pasal 158 KUHAP misalnya melarang hakim menunjukkan sikap atau mengeluarkan pernyataan di dalam persidangan tentang keyakinan mengenai salah atau tidaknya terdakwa. Atau Pasal 166 KUHAP yang mengatur pertanyaan yang bersifat menjerat tidak boleh diajukan baik kepada terdakwa maupun kepada saksi;

3. Rekaman persidangan baik audio maupun video juga membuat hakim dan para pihak merasa diawasi. Setidaknya hakim dan para pihak akan berpikir dua kali apabila mereka hendak bertindak tidak patut atau melanggar hukum acara karena akan ada bukti dari rekaman audio dan video tersebut.

Di sisi lain, masalah-masalah pengadilan belum banyak berubah. Meskipun terdapat beberapa peraturan di tingkat MA yang membawa pembaruan MA, tetapi praktik-praktik minta uang serta layanan yang belum teratur masih ditemui di mana-mana. Pengadilan lambat merespon permintaan pihak-pihak yang berperkara.(*)

Baca Juga

loading...
Name

50 Kota,8,agam,51,Artikel,7,bank,3,Beasiswa,12,bencana,1,birokrasi,112,bisnis,153,budaya,40,bukittinggi,72,daerah,241,dharmasraya,106,duniamaya,52,figur,4,galeri,1,head,10,headline,1693,hiburan,3,hotel,1,Hotel di Padang,1,hukrim,147,infokerja,43,infrastruktur,1,inspiratif,2,Jakarta,20,K,1,kabupaten solok,21,keamanan,1,kesehatan,216,ko,1,kota,252,kuliner,4,limapulu kota,7,limapuluhkota,1,lingkungan,38,mentawai,22,nasional,77,olahraga,37,opini,21,organisasi,4,ormas,4,padang,312,padang pariaman,47,padang. kota,1,padangpanjang,21,pariaman,60,pasaman,14,pasaman barat,11,payakumbuh,26,peduli,39,pendidikan,197,perdagangan,3,peristiwa,7,pertanian,4,pesisir selatan,79,Pilkada,106,politik,114,prestasi,2,sawahlunto,228,sijunjung,38,solok,18,solok selatan,10,tanah datar,23,terbaru,8,transportasi,61,traveling,6,ukm,5,video,3,wisata,23,
ltr
item
Padang Info : Larangan Merekam Persidangan Menguntungkan Mafia Peradilan
Larangan Merekam Persidangan Menguntungkan Mafia Peradilan
https://1.bp.blogspot.com/-MbK7YieQpM8/Xlc71C25_hI/AAAAAAAADZY/Thy6uEu72FAIEKCOaqrQjtmMocvaU3EogCLcBGAsYHQ/s400/asfinawati.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-MbK7YieQpM8/Xlc71C25_hI/AAAAAAAADZY/Thy6uEu72FAIEKCOaqrQjtmMocvaU3EogCLcBGAsYHQ/s72-c/asfinawati.jpg
Padang Info
https://www.padanginfo.com/2020/02/larangan-merekam-persidangan.html
https://www.padanginfo.com/
https://www.padanginfo.com/
https://www.padanginfo.com/2020/02/larangan-merekam-persidangan.html
true
2338696794869057995
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy