Notification

×

Iklan

Powered By Blogger

Indeks Berita

Pendatang Masuk Sumbar 133.794 Orang, 224 Orang Jalani Karantina

Jumat, 24 April 2020 | April 24, 2020 WIB Last Updated 2020-04-24T05:37:01Z
Balai PSDM Kemendagri di Baso Agam salah satu tempat karantina.
padanginfo.com - PADANG - Hingga 22 April 2020, jumlah pendatang yang telah masuk ke Sumbar melalui 10 pintu masuk tercatath 113.794 orang. Dari jumlah tersebut hanya 224 orang yang menjalani karantina

"Dari tim pemantau perbatasan, sampai 22 April, pendatang yang telah masuk ke Sumbar melalui 10 pintu masuk dari 31 Maret, telah mencapai jumlah 113.794 orang, rata-rata 4.741 orang perhari," ujar kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal.

Data dari tim karantina Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar, rincian warga yang masih di karantina adalah ODP sebanyak 13 orang, PPT sebanyak 77 orang dan  ODCPR sebanyak 13 orang.

Selain itu, dari tim karantina Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar, kemarin, Kamis (23/4/2020), sebanyak 72 PPT dari Malaysia dikarantina di pusat karantina Provinsi Sumbar di Asrama Diklat Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendagri Regional Bukittinggi di Baso, Kabupaten Agam.

Baca Juga: Dicegat di Bukittinggi, TKI Pulang dari Malaysia Dikarantina di Baso

"Total warga yang telah karantina adalah 224 orang. Dengan rincian 103 orang masih di tempat karantina dan 121 lagi telah selesai pengkarantinaannya," katanya.

Rincian warga yang masih di karantina adalah di Bapelkes Gunung Pangilun, Kota Padang ada sebanyak 13 OD-CPR (orang dengan covid positif ringan).

Di BLK Padang Panjang, ada 5 orang yang di karantina dengan status ODP.

Lalu, di BLPP Bandar Buat sebanyak 9 orang ODP dan PPSDM Baso 75 orang PPT dan 1 orang ODP.

Jasman Rizal mengimbau Pemkab dan Pemko yang akan mengirim calon warga atau pasien ke pusat karantina agar membuat surat pengantar dan status hasil observasi awal dari petugas kesehatan kabupaten dan kota, sehingga jelas status orang yang dikirim, apakah PPT atau ODP.

"Gugus tugas kabupaten dan kota diminta untuk bisa lebih mengefektifkan isolasi di karantina daripada isolasi di rumah, khususnya bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam proses isolasi di rumahnya atau dengan adanya beberapa peristiwa penolakan dari masyarakat," tuturnya.(*/afr)

Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update