Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Seorang PNS Berstatus PDP di Sawahlunto Meninggal Dunia

Jumat, 03 April 2020 | April 03, 2020 WIB Last Updated 2020-04-03T09:00:42Z
Walikota Sawahlunto saat memberikan keterangan pers terkait meninggalnya seorang PNS berstatus PDP di Sawahlunto.
padanginfo.com - SAWAHLUNTO - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Sawahlunto dengan status Pasien Dalam Perawatan (PDP) meninggal dunia Jumat (2/4/2020) pagi. Sehari-hari ia bekerja pada salah satu puskesmas di Sawahlunto.

Walikota Sawahlunto, Deri Asta dalam konferensi pers yang digelar di Ruang Rapat Balaikota Sawahlunto, Jumat (3/3), menyebutkan bahwa informasi yang beredar dimasyarakat bahwa pasien tersebut adalah pasien corona itu tidak benar. "Saat ini statusnya masih PDP dan harus diperiksa dulu," ujarnya.

Meski begitu, jelasnya, sesuai standar operasional prosedur apabila seseorang itu meninggal, pasien itu PDP, itu penanganannya memang harus standar pasien Covid-19.

Semua proses penanganan jenazah, mulai dari memandikan, menshalatkan dan hingga mengkafaninya dilakukan petugas medis di Sawahlunto. Bersama dengan petugas Satgas Covid-19 Sawahlunto, jenazah dibawah ke Padang untuk dikebumikan di pemakaman keluarga.

Direktur RSUD Sawahlunto, dr Ardianof menjelaskan PDP yang meninggal dunia adalah seorang perempuan berinisial M berusia 50 tahun yang dirawat di RSUD Sawahlunto sejak 7 hari terakhir. Ia dirawat dengan keluhan penyakit batuk dan sesak nafas.

Berdasarkan hasil rontgen, memang didapat hasil adanya infeksi sejenis bakteri di paru dan gula darah yang sulit dikontrol dan diatas normal.

"Secara medisnya, pasien mempunyai penyakit bawaan yaitu gula darah dan selalu naik. Sementara hasil analisa foto thorak memang tejadi infeksi saluran pernafasan namun oleh bakteri bukan virus," jelas Ardi.

Meski begitu, pihak tetap melakukan pemeriksaan lebih lanjut. "Kita sudah melakukan swap hari ini. Mudah-mudahan hasilnya bisa kita terima besok dan bisa kita pastikan ini pasiennya betul-betul diagnosanya covid atau bukan." ungkap dokter spesialis paru itu.

"Kita telusuri juga riwayat kontak dari pasien ini, pasien tidak ada perjalanan keluar kota. Katanya sudah 2 tahun ini memang tidak ada keluar provinsi, keluar dari sawahlunto juga tidak ada." ungkapnya.(ris)

×
Berita Terbaru Update