Notification

×

Iklan

Powered By Blogger

Indeks Berita

Maki Petugas Chek Point di Agam, Anggota DPRD Pasaman Dapat SP1 dari Partai Gerindra

Rabu, 13 Mei 2020 | Mei 13, 2020 WIB Last Updated 2020-05-13T05:01:45Z
Martias, anggota DPRD Kabupaten Pasaman yang memaki petugas chek point karena diingatkan untuk memakai masker.
padanginfo.com - PASAMAN - Dinilai melakukan tindakan tidak terpuji, anggota DPRD Kabupaten Pasaman dari Fraksi Gerindra, Martias, mendapat surat peringatan dari DPRD Gerindra Kabupaten Pasaman.

“Itu keterlaluan. Saya sudah berkoordinasi dengan pengurus DPC Gerindra Pasaman, Fraksi dan DPD Sumbar. Beliau melanggar AD/ART partai secara etika, maka kita berikan SP 1,” kata Bustomi, Rabu (13/05/2020).

Ketua DPRD Kabupaten Pasaman Bustomi kepada wartawan mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan perbuatan tak terpuji anggota Dewan itu. Perilaku Martias tersebut bukan saja sudah merusak nama partai dan DPRD Pasaman tetapu juga sudah mengangkangi aturan yang dibuat pemerintah.

“Seharusnya dia jadi contoh bagi masyarakat, bukan menunjukkan arogansi seperti itu,” ujarnya.

Selain memberikan SP 1, sebut Bustomei, pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan Badan Kehormatan (BK) DPRD Pasaman akan sikap Martias tersebut.

“Secara Partai sudah kita putuskan diberikan SP 1. Secara kelembagaan sudah saya komunikasikan dengan BK DPRD Pasaman akan kejadian ini,” katanya.

“Jabatan jangan disombongkan, tapi jadi contoh dan pengayomlah ditengah masyarakat,” tegasnyaa.

Sebelumnya video berdurasi 1 menit 34 detik viral di media sosial dan WA. Vidio tersebut memperlihatkan petugas Chek Poin PSBB di perbatasan Kabupaten Pasaman – Agam adu mulut dengan seorang warga yang tidak menggunakan masker.

Diduga tidak terima ditegur karena tidak memakai masker oleh anggota Satgas pos check point di Padang Sawah, Palembayan, batas Agam-Pasaman, oknum anggota DPRD Pasaman itu memaki petugas posko dengan kata-kata tak pantas, Selasa,(12/5).

Peristiwa itu langsung viral di media sosial. Petugas posko check point lintas batas Agam-Pasaman itu sengaja mendokumentasikan kejadian itu kemudian menshare-nya di media sosial. Pasalnya, perilaku Martias sengaja mengeluarkan kata-kata tak pantas.

Terjadi Selasa pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Martias bersama sopirnya yang mengendarai mobil merk mitshubhisi pajero warga hitam diminta berhenti di posko check point sesuai SOP yang sudah ditetapkan secara nasional.

Syafrizal yang menjadi koordinator posko, langsung kaget saat M mengumpat dengan kata-kata yang patut, saat diingatkan untuk memakai masker. Sempat terjadi ketegangan di posko check point tersebut, karena seluruh petugas posko tidak terima dengan sikap oknum anggota dewan, yang dibuktikan dari topi yang digunakan Martias itu. Bahkan personil posko Agam itu minta mobil oknum anggota dewan itu putar balik karena tidak mentaati PSBB.

“Kami hanya meminta beliau memakai masker. Tapi langsung emosi, memaki dan marah-marah. Dalihnya, masker miliknya diambil anaknya. Kalau memang tak punya masker kan bisa kami bantu, ada masker yang kami siapkan. Tapi bapak itu langsung marah-marah, kemudian kabur, “ jelasnya.(*/afr)

Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update