Notification

×

Iklan

Powered By Blogger

Indeks Berita

Tidak Patuhi Aturan Karantina, 8 Warga Sawahlunto Dipulangkan

Senin, 25 Mei 2020 | Mei 25, 2020 WIB Last Updated 2020-05-25T07:35:54Z
Adriyusman, Kepala BPBD Sawahlunto.
padanginfo.com - SAWAHLUNTO - Terkait kasus Orang Tanpa Gejala (OTG) di Desa Sikalang, Adriyusman Kepala BPBD Sawahlunto yang juga Sekretaris Tim Gugus Tugas COVID-19 Sawahlunto. sangat menyayangkan ada warga yang menganggap enteng kasus Covid-19 ini.

"Kalau hasil swab test, tingkat akurasinya mencapai 95 persen. Tapi kalau Rapid tes, boleh tidak percaya. Jadi jangan pernah anggap sepele Covid-19 ini. Kita belum tahu siapa saja yang tertular. Apalagi dengan kasus OTG (Orang Tanpa Gejala), masih adanya warga yang anggap sepele Covid-19 ini dengan menyebarkan video pasien covid-19 yang tengah berkumpul disaat karantina," ujarnya.

Dengan adanya kejadian tersebut, sebanyak delapan orang warga dipulangkan dengan catatan melakukan karantina mandiri di tempat yang telah di sediakan oleh pemerintah desa setempat.

Diakuinya, bahwa pihaknya memang terlambat mengantarkan konsumsi dikarenakan bertepatan dengan hari raya Idul Fitri. Namun, dengan beredarnya video dari warga yang di karantina tersebut membuat pihaknya sedikit geram.

"Sebaiknya hal tersebut tidak dilakukan. Kan bisa saja di koordinasikan dengan Gugus Tugas. Apalagi semuanya adalah tokoh masyarakat yang memberikan contoh yang baik kepada masyarakat lainnya. Padahal tempat karantina telah disediakan, tapi mereka tetap saja berkumpul. Semuanya warga tersebut telah kita kembalikan dengan dijamin oleh Kepala Desanya," sambungnya.

AdriYusman menegaskan, jika ada yang nakal dalam karantina mandiri, maka pihaknya akan menarik kembali ke Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT).

Sementara itu, seluruh biaya selama karantina di tempat yang telah ditetapkan pemerintah maka menjadi tanggungan pemerintah Kota Sawahlunto.

"Diharapkan kerjasama yang baik untuk seluruh pihak dalam penanganan Covid-19 ini, sehingga kasus Covid-19 di Kota Sawahlunto segera cepat teratasi dan dapat menekan angka penyebarannya serta tidak merugikan yang lain," tandas Adriyusman. (tety/ris)

Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update