Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ratusan Warga Dievakuasi Akibat Banjir Landa Kota Padang

Kamis, 19 Agustus 2021 | Agustus 19, 2021 WIB Last Updated 2021-08-19T11:14:49Z

 

Di salah satu titik banjir di Kota Padang,  tim gabungan tengah mengavakuasi warga denga  perahu karet (dok)

padanginfo.com- PADANG- Hujan lebat disertai badai melanda Kota Padang, sepanjang sore hingga tengah malam, Rabu (18/8/2021). Hampir Ratusan warga dievakuasi di Kecamatan Koto Tangah, Kuranji, Nanggalo dan Padang Selatan, akibat banjir yang diperkirakan 1 meter.

Selain itu beberapa pohon juga tumbang, namun belum diketahui, apakah ada koran jiwa. Saat itu, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang bersama POlri-TNI dan masyarakat berupaya kerja keras mengevakuasi warga yang terjebak banjir dengan mengunakan perahu karet.

Sekitar 50 unit rumah juga digenangi banjir di Komplek Perumahan Adinegoro Kecamatan Kota Tangah (Foto.Isna)

Banjir juga merendam badan jalan By Pass Padang, persis di depan Rumah Sakit Siti Rahmah. Terlihat warga nekat menerobos banjir dengan sepeda motor dan mobil, namun tidak berhasil karena kendaraan mereka mogok.

Sebagian titik banjir merupakan langganan banjir, terutama di kawasan Jondul Rawang, Padang Selatan. Kawasan yang dipadati perumahan itu jika hujan lebat kerap dilanda banjir. Sementara, drainase yang dibangun di daerah Jondul tidak mampu meminimalisir banjir. "Derainase itu tak efektif, kadang tersumbat. Pemerintah harus merancang saluran air yang terhubung ke bandar besar.Kalau tidak, rumah kami tetap banjir. Lihatlah, sebagian rumah direnovasi tinggi untuk menghindari banjir, tetapi badan jalan tetap saja direndam air," ujar Syafei, warga Jondul.


"Banjir Rabu malam, Warga telah di evakuasi ke daerah yang lebih tingggi dengan mengunakan perahu karet," ujar Kepala BPBD Padang Barlius

Sebelumnya,  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau  telah mengeluarkan peringatan terkait potensi bencana akibat cuaca buruk.

BMKG Minangkabau menganalisis potensi cuaca buruk ini disebabkan karena adanya pola gangguan di Sumatera Bagian Tengah.

"Pola gangguan itu berupa aktifnya fenomena pola tekanan rendah di Samudera Hindia hingga Sumatera bagian tengah, dan berakibat cuaca di Sumbar menjadi berubah-ubah," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Minangkabau, Yudha Nugraha kepada Liputan6.com, Selasa (17/8/2021).

Ia menyebut potensi hujan hampir merata hampir di seluruh wilayah Sumbar, dengan intensitas sedang hingga lebat. "Cuaca buruk diperkirakan terjadi hingga tiga hari ke depan," katanya.(ak)


×
Berita Terbaru Update