Notification

×

Iklan

Powered By Blogger

Indeks Berita

Pedagang dari Medan Memburu ke Kebun, Pedagang Lansek di Sumbar Gigit Jari

Jumat, 21 Januari 2022 | Januari 21, 2022 WIB Last Updated 2022-01-21T09:50:31Z

 


 

Seorang pedagang lansek (duku Palembang) di satu ruas jalan di Padang ketika masih menjual dengan harga Rp10.000/kg. (Foto:indra sn).

padanginfo.com-PADANG
-  Pedagang pengumpul dari Medan masuk hingga ke kebun-kebun. Akibatnya, pedagang lansek di Sumbar kalah bersaing. Mereka datang dengan armada lengkap dan membawa. tukang petik. Akibatnya, harga jual lansek di Sumbar naik.


Para pedagang lansek di Padang, yang ditemui jurnalis padanginfo.com mengatakan, naiknya harga lansek disebabkan para pedagang pengumpul dari Medan masuk ke kebun-kebun petani, memborong seluruh buah siap panen. Saat ini, panen lansek di Sumbar didominasi dari Sijunjung dan Dharmas Raya.


Musim lansek (duku Palembang) di Padang sudah berjalan sejak awal Januari 2022. Di awal musim harga lansek mencapai 15.000/kg. Kemudian turun jadi Rp10.000/kg. Namun sejak pekan ketiga Januari 2022 ini naik lagi menjadi Rp12.000/kg untuk ukuran sedang dan Rp13.000 untuk ukuran besar.


Imun, seorang agen lansek di Lubuk Minturun mengatakan, sekarung lansek dengan berat 20kg-25 kg dijual petani di lokasi Rp6.500/kg. Sampai di Padang dengan tambahan ongkos transportasi harga dipatok Rp8.000/kg. Makanya pedagang bisa menjual Rp10.000/kg.

 

Kini, jelas Imun, pedagang pengumpul dari Medan datang langsung ke kebun membawa truk dan tenaga untuk mengambil buah di batang. Petani tak perlu lagi sibuk-sibuk untuk memanen. Karena sudah ada tenaga yang dibawa pedagang pengumpul dari Medan. Harga  beli mereka  pun  sangat menggiurkan.

“Akibatnya, kita tak bisa lagi membeli. Semua mereka borong,” sebut Imun.

 

Imun yang sejak musim lansek melepas lansek antara 60-75 karung untuk pedagang eceran setiap harinya, akibat diborong “orang Medan”, mau tak mau dia mencari lansek sampai ke Muaro Bungo. Tentunya dengan harga dan ongkos yang lebih tinggi. Sebab, lansek Muaro Bungo lebih banyak “diekspor” ke Pulau Jawa. Karena di Pulau Jawa bisa dijual dengan kisaran harga Rp20.000/kg.


“Makanya harga jual tak bisa lagi Rp10.000/kg,” sebut Imun.

 

Hal yang sama juga disebutkan Jamal, pedagang lansek eceran di kawasan Jalan S.Parman.

Jamal mengatakan, untuk mendapatkan 10 karung saja sejak Kamis kemarin dia harus inden. Indennya tiga sampai lima hari. (in).

 

Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update