Notification

×

Iklan

Powered By Blogger

Indeks Berita

Yurnaldi: Satupena Sumbar Perjuangkan Marwah Penulis

Minggu, 13 Maret 2022 | Maret 13, 2022 WIB Last Updated 2022-03-13T09:42:16Z


Yurnaldi (foto.dok)

padanginfo.com-PADANG- Persatuan Penulis Indonesia (SatuPena) Sumatera Barat, Rabu tanggal 19 Maret mendatang akan dikukuhkan di salah satu hotel berbintang di Kota Padang. Sumatera Barat baik sejak zaman sebelum kemerdekaan Republik Indonesia hingga era akan berpindahnya Ibukota Indonesia ke Ibu Kota Nusantara di Pulau Kalimantan, tetap memiliki penulis, jurnalis, dan sastrawan, serta ulama hebat yang banyak menuliskan pemikirannya melalui buku. Tradisi menulis buku harus ditumbuhkembangkan, dikelola dengan cerdas, dan para penulisnya bersatu dalam asosiasi penulis  SatuPena.

Demikian dikemukakan Yurnaldi, penulis dan jurnalis profesional yang mantan wartawan Kompas ini, saat dihubungi Minggu  (13/3/2022) di Padang. Anggota SatuPena Pusat dengan ID Nomor SP-A00326 ini berharap dengan keberadaan SatuPena Sumatera Barat bisa perjuangkan marwah penulis. “Penulis itu adalah intelektual yang kaya pemikiran, gagasan, dan juga kaya pengalaman untuk memberikan ide-ide sebagai sulusi dari persoalan daerah, bangsa, dan negara. Hanya saja selama ini dipandang sebelah mata oleh pemerintah, oleh penguasa,” katanya.

SatuPena secara nasional sudah ada sejak 2017 lalu. Hasil Kongres I di Solo, 27-29 April 2017, terpilih sebagai Ketua Umum  Dr. Nasir Tamara, MA, M.Sc dengan masa jabatan 4 tahun. Pada Kongres SatuPena ke-2 Agustus 2021 lalu, di Jakarta, terpilih sebagai Ketua Umum Denny JA. Sebagai wadah bersatunya penulis-penulis Indonesia, SatuPena diharapkan menciptakan bisnis-bisnis baru kreatif di bidang penulisan dan membawa anggotanya sejahtera, sehingga bisa fokus berkarya.

Yurnaldi menjelaskan, Sumatera Barat sebagai provinsi yang sudah lama mencanangkan Industri Otak, harus membuktikan diri dengan lahirnya buku-buku yang bisa menjadi sumbangsih untuk Indonesia, Sumatera Barat khususnya. Banyak juga yang terjebak dalam “industri ota”, karena budaya lisan juga sudah mendarah daging juga sejak dulu. Hanya saja, di era teknologi digital ini, budaya menulis harus diarahkan untuk melahirkan pemikiran-pemikiran bernas. Bukan hanya sebatas sharing informasi yang karena tidak hati-hati dan kurang filter, kebanyakan informasi bohong (hoaks).

Zaman dulu, pemikir-pemikir bangsa ada sekira 80 persen orang Sumatera Barat atau orang Minangkabau. Mereka selain menulis sejumlah buku, juga menulis di berbagai media cetak. Sejak Era Reformasi hingga era Keterbukaan Informasi Publik dan Kemerdekaan Pers sekarang tidak banyak tokoh Sumatera Barat yang sekaligus piawai menulis. Jumlah penulis putra Minangkabau secara nasional tak banyak, kalaupun ada mereka sudah sangat senior, seperli Emil Salim, Buya Ahmad Syafi’i Ma’atif, Taufik Abdullah, Azyumardi Azra dan Djohermansyah Djohan, Harris Effendi Thahar. Generasi pelanjut antara lain Gamawan Fauzi, Saldi Isra,  Yurnaldi, Asrinaldi, Suryadi, Pria Takari Utama. Wannofry Samri. Sementara yang intens menulis buku ada lebih seratus nama dalam berbagai genre.

“Sekarang sudah saatnya penulis hadir sebagai satu entitas dan dengan demikian diharapkan tak lagi dipandang sebelah mata. Bukti selama ini dipandang sebelah mata, misalnya, penulis nyaris tak pernah karyanya diapresiasi pemerintah. Penulis berjuang sendiri untuk menerbitkan buku, meluncurkan buku, hingga menjual buku. Padahal, kalau diapresiasi pemerintah Provinsi Sumatera Barat, bisa saja tiap tahun ada penghargaan untuk beberapa kategori karya terpuji. Kemudian setiap buku yang dihasilkan penulis Sumatera Barat, misalnya dibantu biaya penerbitan, peluncuran, dan dibeli pemerintah dengan anggaran APBD dan bukunya dibagikan ke sekolah-sekolah untuk mendukung Gerakan Literasi Nasional,” kata Yurnaldi, yang buku-buku serial jurnalistik wartawan hebatnya laris manis dan dikenal luas di Indonesia.

Menurut Yurnaldi yag  juga mantan wartawan Kompas, penulis dan penyair Indonesia yang pernah menghadiri pertemuan penulis dunia di London, Inggris, tahun 2002 bersama sastrawan Hamsad Rangkuti (alm) dalam rangkaian acara London Book Fair 2002, jika dulu penulis bergerak dan berjuang sendiri, maka dengan entitas SatuPena Sumatera Barat diharapkan menjadi bagian yang bisa dibanggakan daerah.

“Untuk Gerakan Literasi Sekolah, para penulis di SatuPena bisa menjadi mentor guna percepatan memajukan literasi sekolah. Untuk buku-buku ajar dan lembaran kerja siswa, juga bisa dikerjakan para penulis di SatuPena. Hal semacam ini harus didukung kebijakan oleh Gubernur Sumatera Barat. Sebagian anggota SatuPena juga punya industri penerbitan. Ketika Presiden RI Joko Widodo melalui Bekraf berkomitmen mendukung industri penerbitan, di mana penulis sebagai motornya, maka hendaknya Gubernur Sumatera Barat mendukungnya dalam bentuk mengeluarkan kebijakan, misalnya membeli buku-buku yang ditulis dan diproduksi penulis Sumatera Barat yang tergabung dalam SatuPena Sumatera Barat,” ujarnya.

Dengan demikian, SatuPena bukan hanya sekadar menjadi wadah, tetapi juga sebagai alat untuk memperjuangkan kendala dan harapan dalam berkarya secara bersama-sama. “Bersatu dan bersama kita besar dan membesarkan. Keberadaan SatuPena harus bisa menjadi jawaban konkret atas persoalan-persoalan kepenulisan serta perbukuan kekinian. Tetap menulis dan berkarya menghasilkan beragam tulisan bermutu, memperbaiki ekosistem kepenulisan, itulah hal sangat penting yang perlu bersama dikembangkan oleh Persatuan Penulis Indonesia (SatuPena) Sumatera Barat.
Memperjuangkan marwah penulis , Yurnaldi menambahkan, tidak bisa dilakukan jika dikerjakan sendiri, tetapi harus berkolaborasi dengan berbagai pihak. Keberadaan asosiasi penulis SatuPena bisa menjadi salah satu media untuk perjuangan tersebut. Banyak program yang bisa kita buat untuk membantu sesama penulis, mungkin dirikan koperasi, yayasan, atau wadah lain yang bisa membantu sesama penulis. Saya berharap penulis yang ada di Sumatera Barat mau bergabung dengan SatuPena. Jika tak hendak bergabung, juga tak masalah.

Demikian siaran pers Satupena Sumbar yang diterima Redaksi padanhinfo.com (ak)

)

Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update