Notification

×

Iklan

Powered By Blogger

Indeks Berita

Puisi Sulaiman Juned Memiliki Ciri Khas Tersendiri dan Dapat Dijadikan Naskah Teater

Jumat, 13 Mei 2022 | Mei 13, 2022 WIB Last Updated 2022-05-13T11:19:11Z

Bedah buku puisi Sulaiman Juned yang dikupas Adri Sandra dan  Yusril serta dipandu Arbi Tanjung (ist)

padanginfo.com-
PADANG PANJANG -Penyair Adri Sandra dan  Yusril menilai  Puisi Sulaiman  Juned memiliki Ciri Khas tersendiri dan dapat dijadikan Naskah Tetaer. Demikian rangkuman bedah buku puisi Surat di Musim Ta'en, yang dikupas Adrei Sandra dan Yusril


Buku puisi bertajuk "Surat di Musim Ta'en",  karya DR. Sulaiman Juned di dibedah oleh Penyair  Adri Sandra dan Teaterwan Yusril mendapat sambutan dari undangan lainnya. Bedah byuku digelar di Sekretariat Komunitas Seni Kuflet, tanggal 20 Mei 2022. Pada rangkaian acara itu juga dirayakan,  Seperempat Abad Komunitas Seni Kuflet dan  Milad 56 tahun Sulaiman Juned. Staf pengajar ISI Padang Sulaiman Juned adalah pendiri Komunitas Seni Kuflet


Adri Sandra melihat,  puisi Surat Di Musim Ta'en adalah kumpulan puisi penyair Sulaiman Juned yang merupakan tonggak perjalanan puisi dengan kekuatan yang memiliki ciri khas tersendiri. Ini dapat disigi  dalam puisi berjudul Nyanyian Luka, Idul Fitri: Ta'en Masih Mengurung Rumah, Gelap, Lebaran Malam Itu. Puisi-puisi meretas dari Serambi Aceh menuju Serambi Padangpanjang, puisi-puisi memiliki kekuatan religiusitas dan kritik sosial selain romantik  . 


Sementara Yusril dalam membaca Sulaiman Juned dapat dilihat dari banyak sisi. Yusril menilai, puisi dapat memberi ruang bagi kreatifitas Seni Pertunjukan, khususnya teater. Sulaiman Juned selain penyair juga dikenal sebagai Sutradara, ia memiliki kesadaran terhadap puisi-puisinya untuk dapat digarap menjadi teater." Sisi lainnya ya itu dapat digarap jadi naskah teater," ujar Yusril 


Kini komunitas teater, kata Dosen ISI Padang Panjang Yusril,  banyak menggarap pertunjukannya dari puisi, seperti Teater SAE, Teater Kubur dan bahkan saya dengan Komunitas Seni Hitam Putih, selalu saja menggarap pertunjukan berangkat dari puisi, termasuk didalamnya saya pernah menggarap teater memasukkan puisi Sulaiman Juned" Tutur Sutradara Teater yang acap keliling ke Mancanegara membawa teater.


Fajar Mulia Jambak Sebagai ketua panitia mengatakan, perpaduan antara tulisan puisi dengan masa sekarang terlihat nyata. Adri Sandra hari ini membaca kekuatan puisi Sulaiman Juned, tentu dalam ruang Religius dengan bacaanya terhadap buku "Surat di Musim Ta'en 'Dari serambi ke serambi' itu sangat menarik sekaligus membuka wawasan kami yang hadir dalam menggeluti dunia sastra." Ungkapnya.


Maharani Saputri, Sekretaris panitia mengatakan, acara ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi penulis dan pendengar dalam berkreativitas dan pembangkit masa depan serta harapan untuk kedepannya agar lebih baik" Paparnya. 


Sementara, Muhammad Wildan Nasution mewakili Ketua Umum Kuflet, Mengatakan, Kuflet selalu dan mampu memajukan seni sampai ke urat, apalagi menilik usainya yang telah 25 tahun." Mari bahu membahu bekerja untuk memajukan kesenian di ranah minang, khususnya di Kota Serambi Mekah ini" tuturnya. 


Bedah buku ini dipandu penyair Arbi Tanjung (*/ak)

Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update