Notification

×

Iklan

Powered By Blogger

Indeks Berita

Ustaz Wawan: Kelompok Radikalisme dan Intoleransi masih Ada di Sumatera Barat

Selasa, 05 Juli 2022 | Juli 05, 2022 WIB Last Updated 2022-07-05T07:13:57Z

 



Inilah mereka yang menyetakan keluar dari anggota NII dan kembali ke pangkuan NKRI (ist)

padanginfo.com
-DHARMASRAYA- Mantan anggota Negara Islam Indonesia (NII) dari Dharmasraya Ustad Wawan mengatakan kelompok radikalisme dan intoleransi di Indonesia masih ada di Sumatera Barat. Untuk itu dibutuhkan kepedulian dan kewaspadaan kita bersama baik aparat TNI Polri, Pemerintah dan Masyarakat dalam mengantisipasi gerakan radikalisme tersebut.

 

Meski beberapa waktu lalu ratusan anggota NII sudah menyatakan keluar dari NII dan berikrar kembali ke Negara kesatuan Republik Indonesia, akan tetapi sejumlah anggota yang masih termakan dokrin NII, masih ada berbaur dikalangan masyarakat.

 

Sebagaimana informasi yang berkembang dewasa ini, Gerakan Negara Islam Indonesia (NII) yang anti terhadap Pancasila dan antiterhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tengah menjadi sorotan. Bahkan dari serangkaian penangkapan yang dilakukan aparat kepolisian, NII diketahui akan menggulingkan pemerintah yang sah. di bawah Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelum Pemilu 2024.

 

Sebagai mantan anggota NII, Ustad wawan mengimbau dan mengajak kepada anggota NII yang masih ada untuk kembali kedalam Negara NKRI. Ia juga mengajak mereka yang saat ini tergabung dengan NII dan ikut dalam paham yang menjurus Radikal untuk mempelajari islam secara benar dan memperbanyak sumber ilmu.

 

“Saya mengimbau kepada mereka yang saat ini masih tergabung di NII untuk membuka diri dan jangan belajar islam dari satu sumber yang nantinya akan membawa kita kearah yang sesat dan radikal. Tidak benar sesama agama islam kita saling bermusuhan, apalagi mengkafirkan orang yang seakidah dengan kita,” tegas ustad wawan. 


Ustad wawan dan lima orang mantan pendukung dan simpatisan kelompok NII asal  Dharmasraya beberapa waktu lalu telah berikrat untuk menjadikan Pancasila sebagai falsafah hidup dan ikut menjaga keutuhan Negara Kesatuan republic Indonesia.


Pria yang saat ini menggagas lahirnya yayasan Insan Peduli Umat Dharmasraya tersebut, bertekat akan merangkul mereka yang masih tergabung di NII dan mendorong kepada Organisasi kemasyarakatan di Dahrmasraya untuk kritis dan berani untuk melawan, karena keberadaan organisasi radikal juga telah mencoreng nama baik ormas yang memiliki ideologi Pancasila.


Wawan juga mengatakan doktrinisasi kelompok radikalisme dan intoleransi dilakukan secara masif di lingkungan masyarakat, tingkat sekolah sampai perguruan tinggi. Untuk menangkal hal tersebut dirinya berharap organisasi kemasyarakatan berperan aktif dalam pencegahan dengan cara nilai-nilai Pancasila.

 

"Tantangan kita memang cukup berat, karena kelompok radikalisme saat ini sudah bermetamorfosa dan berbaur dengan masyarakat, sehingga sulit juga memantau keberadaan mereka. Untuk itu, melalui gerakan kita bersama, akan merangkul mereka dan mengajak untuk mempelajari islam secara baik dan dengan sumber yang jelas, sehingga tidak terjadi perpecahan antar sesame anak bangsa,” jelasnya.

 

Dengan rasa penyesalan, pria yang sudah keluar dari NII ini berkomitmen akan mengajak bahkan memaksa mereka yang masih tergabung dalam aliran radikal tersebut untuk kembali ke NKRI. Menurutnya perlu kerja ektra dank eras untuk merangkul mereka yang masih tergabung di NNI, karena Kelompok radikal akan melakukan doktrinnya dengan cara masif, kita juga jangan mau kalah dengan mereka, sehingga pencegahannya harus dilakukan masif dan membumikan Pancasila. (rilis)

Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update