Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mubes, Imelda Terpilih Ketua IKA Sejarah Unand

Sabtu, 31 Maret 2018 | Maret 31, 2018 WIB Last Updated 2018-03-31T08:29:51Z
Padang Info.com - PADANG - Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Sejarah Universitas Andalas (Unand) periode 2018-2022 gelar musyawarah besar ke-2 di Convention Hall Unand, Jumat (30/3/2018).

Pada mubes tersebut, Imelda Sari terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum (Ketum). Imelda Sari merupakan angkatan sejarah 1987. Saat ini, dia dikenal luas menjabat Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat.

“Ini tantangan kita semua. Saya rangkul semua angkatan masuk ke dalam pengurusan. Rangkul semua yang berprofesi apa pun. Saya ingin memberi kesempatan rekan semua berkontribusi secara maksimal dan optimal,” ujarnya.

Disebutkannya Untuk mamaksimalkan peran signifikan alumni sejarah tentu dia tidak bisa sendirian. Oleh sebab itu, dia berharap alumni yang berjumlah lebih kurang 1200, sama-sama berkontribusi, bukan hanya untuk ranah alumni dan jurusan, tapi juga masyarakat, bangsa dan negara.

Sebagaimana yang mencuat dalam mubes tersebut, Imelda bersama pengurus lainnya sepakat akan dibentuk yayasan dan badan usaha berbentuk koperasi. Di samping itu, segara mungkin juga akan dibangun database alumni, sehingga bisa saling berkabar dan memberi informasi secara faktual.

"Jika kita bahu-membahu serta saling bantu-membantu satu sama lainnya, maka saya yakin IKA Sejarah beserta jurusan Ilmu Sejarah Unand ini bisa berkiprah di tingkat nasional," ungkapnya.

Mantan wartawan SCTV ini menggarisbawahi IKA Sejarah bukan hanya forum silahturahmi, beranjang sana antar angkatan, memberi akses atau jaringan pada mahasiswa, membuka komunikasi yang baik pada jurusan, tapi lebih penting bidang keilmuwan sejarah sendiri juga bisa menjadi peluang bagaimana merebut masa depan.

“Karena kita punya generasi milenial hampir 100 juta dari 250 penduduk. Kalau kemudian mereka apatis artinya ada kegagalan dalam diri kita memberi refleksi kepada mereka apa yang dimaksud bangsa dan nation,” tandasnya.

Generasi milenial penting diberi pemahaman masa lalu untuk menakar masa depan. Sementara tamatan sejarah terbiasa membuat satu dokumen jadi tulisan yang basah dan menarik.

Imelda berharap dari pemikiran tokoh besar dari zamannya seperti tokoh-tokoh yang lahir dari Minangkabau, anak sejarah Unand mengembangkan pemikiran tersebut.

Hal demikian, menurutnya, suatu langkah nyata gerakan spririt, alumni, jurusan maupun mahasiswa, untuk menegaskan ada manfaat dari sejarah itu, bahwa sejarah itu yang bisa buat narasi-narasi negeri ini ke mana.

“Ini kita harapkan ke depan,” tukasnya.

Dia berharap ada forum diskusi, meningkatkan profesionalisme dari profesi seorang sejarawan, apa yang bisa direbut.

“Basis kita bagaimana bisa merebut masa depan. Karena dari sejarah juga kita belajar. Banyak sosok pemimpin dulu, memimpim republik dengan kapasitas yang baik, sehingga patut dicontoh,” terangnya.

Alumni sejarah Unand yang mencapai angka 1200 orang. Saat ini terserap pada beragam lini pasar. Sebagian ada sebagai wartawan, sejarawan, di museum, dan usaha sendiri.(*)
×
Berita Terbaru Update