Notification

×

Iklan

Powered By Blogger

Indeks Berita

Buku Sejarah Desa Kolok Nan Tuo Merupakan Warisan Pengetahuan Bagi Generasi Muda

Selasa, 19 November 2019 | November 19, 2019 WIB Last Updated 2019-11-19T05:56:34Z
Supriadi Mukri disaksikan Deri ASta menyerahkan buku SEjarah dan Dinamika Desa Kolok Nan Tuo kepada Ketua PWI Sumbar H Heranof Firdaus (ris)
SAWAHLUNTO-padanginfo.com-Buku sejarah Desa Kolok Nan Tuo merupakan sebuah warisan pengetahuan yang tak pernah punah bagi generasi muda Kota Sawahlunto. Untuk itu, generasi muda, utamanya anak muda Kolok Nan Tuo harus saling memberitahu kepada generasi berikutnya  tentang sejarah desanya.

“Buku ini patut dibaca, ia merupakan warisan masa lampau yang tercatat, terekam dengan  jelas yang disampaikan oleh tetua nagari ini. Dan akhirnya diwujudkan  menjadi buku,” ajak Walikota Deri Asta, ketika meluncurkan buku dengan tajuk,”Sejarah dan Dinamika Ddesa Kolok Nan Tuo”, di Hotel Ombilin, Senin (18/11)

Buku setebal 280 halaman ini diterbit oleh Pemerintah Desa Kolok Nan Tuo dan disusun oleh sejumlah wartawan dibawah bendera PT.Editor Promosindo Sumbar. Pada bagian awal, buku ini mengupas tentang sejarah dan dinamika  serta potensi alam Desa Kolok Nan Tuo, Pada bagian lainnya juga diuraikan masalah pemerintahan, adat-istiadat dan perundangan-undangan. Sejumlah pemuka Masyarakat Desa Kolok Nan Tuo ikut menyampaikan pokok pikirannya dalam buku ini, termasuk pandangan Walikota Deri Asta, Ketua DPRD Sawahlunto Adi Ikhtibar  dan Ketua KAN Kolok H Dahler Djamaris Datuak Penghulu Sati terhadap desa ini.

Deri Asta memberi apresiasi yang besar pada penerbitan buku ini. Ia menekankan bahwa buku sejarah ini telah mengambarkan berbagai aspek peristiwa dalam nagari, dalam desa, dalam dusun yang harus diketahui generasi muda secara berkesenambungan . Langkah ini setidaknya dapat pula ditiru atau menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya dalam lingkup kota Sawahlunto.

“Saya yakin, desa-desa lainnya  di lingkup kota Sawahlunto punya sejarah, punya potensi yang patut diwujudkan dalam bentuk buku,” ujar Deri sembari memuji pemerintahan Desa Kolok Nan Tuo yang barangkali satu-satunya desa  di Sumatera Barat yang menulis buku sejarah.

Dibagian lain Deri Asta menjelaskan tantangan ke depan  yang dihadapi Kota Sawahlunto ialah mengisi Kota Warisan Budaya Dunia ini dengan kegiatan yang inovatif dan kreatif. Tantangan besar saat ini, tambahnya, adalah menghadirkan informasi yang lengkap dengan narasi-narasi yang dituliskan dengan menggunakan beragam media ungkap.

“Penerbitan buku ini salah satu kerja konkret dari narasi lisan yang selama ini hidup di tengah masyarakat, menjadi berupa teks tertulis yang disusun sistematis” ujarnya.

Kepala Desa Kolok Nan Tuo Supriadi Mukri, yang menggagas penerbitan buku ini, mengatakan, buku “Sejarah dan Dinamika Desa Kolok Nan Tuo” bukan semata hadir dalam wujud cetak tapi ia berharap kepada Kepala Desa Kolok Nan Tuo yang baru untuk menghadirkan versi digitalnya di situs resmi Pemerintah Kota Sawahlunto.

“Jika sudah dihadirkan versi digitalnya, warga dunia akan mudah mengaksesnya, dan sekaligus bisa memeroleh informasi lengkap terkait dengan Desa Kolok Nan Tuo, Nagari Kolok, dan Kota Sawahlunto. Buku ini banyak membentangkan potensi-potensi wisata, pertanian, dan budaya yang bisa dikembangkan di masa yang akan datang yang tujuannya untuk kesejahteraan rakyat,” kata Kepala Desa Kolok Nan Tuo yang akan mengakhiri masa jabatannya  21 November 2019 .  

Penerbitan buku ini merupakan salah satu program priotitas Supriadi Mukri semasa menjabat sebagai kepala desa. Hal ini terkait dengan minimnya dokumen tertulis yang dimiliki Desa Kolok Nan Tuo dan Nagari Kolok.

“Ketua KAN Kolok Dahler Djamaris Datuak Pangulu Sati, mengapresiasi positif kehadiran buku “Sejarah dan Dinamika Desa Kolok Nan Tuo” ini karena merupakan salah satu upaya menjaga dan melestarikan, sekaligus mengenalkan  kekayaan budaya dan adat Nagari Kolok secara khusus  dan Minangkabau secara lebih luas.

“KAN Kolok menyambut baik kehadiran buku yang disusun dan ditulis kembali oleh tim dari Editor Promosindo Sumbar ini dengan dukungan dana dari Pemerintah Desa Kolok Nan Tuo. Buku ini menjadi penting karena selama ini sejarah Nagari Kolok dan juga Pemdes Kolok Nan Tuo masih belum tersusun dan kebanyakan bersifat lisan. Sekarang sudah berbentuk buku. Atas nama KAN Kolok dan pribadi saya mengapresiasi hasil kerja ini. Ini semacam warisan kita kepada anak-kemenakan, dan masyarakat luas yang kita wariskan. Jika dilakukan penyempurnaan penerbitan buku kelak, pihak KAN Kolok akan menambahkan fakta-fakta baru,” kata ninik mamak yang juga Ketua LKAAM Sawahlunto ini.

Haranof Firdaus, Ketua Tim Penyusun Buku “Sejarah dan Dinamika Desa Kolok Nan Tuo” ini menyebutkan, buku ini merupakan hasil kerja bersama tim penyusun dari PT Editor Promosindo Sumbar.

“Ini langkah awal kami, dan semoga kepala-kepala desa dan wali-wali nagari bisa mengikuti kerja inovatif yang dilakukan Pemerintah Desa Kolok Nan Tuo ini. Ini kerja yang kreatif dan penting,” kata Heranof Firdaus yang juga Ketua PWI Sumbar ini.

Peluncuran buku “Sejarah dan Dinamika Desa Kolok Nan Tuo” ini berjalan sukses dan dihadiri tokoh-tokoh masyarakat Kolok antara lain terlihat Asma K, bundo kanduang dari Kolok, Usman Kiram (tokoh masyarakat Kolok Nan Tuo), Ronny Eka Putra (pemuda), Listianto (Kepala Desa Kolok Nan Tuo terpilih), Zainal Arifin (ulama), para wartawan, pegiat literasi, ASN dari pelbagai OPD di lingkungan Pemko Sawahlunto dan Forkompimda ( Riswan )

Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update