Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi Kekurangan Ruang Isolasi

Sabtu, 28 Maret 2020 | Maret 28, 2020 WIB Last Updated 2020-03-28T08:52:40Z
padanginfo.com - BUKITTINGGI - Menangani pasien yang terpapar virus Corona, RSUD Achmad Moctar Bukittinggi kekurangan ruang isolasi. Selain itu, juga diperlukan instalasi gawat darurat (IGD) khusus.

Wako Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyampaikan hal dalam telekonferensi yang dilakukan Gubernur Sumbar dengan bupati dan walikota se Sumbar, Jumat (27/3/2020).

Saat ini terdapat 14 pasien yang tengah diisolasi dan dalam penanganan tim medis di RS Achmad Mochtar (RSAM).

Disebutkan wako, ada tambahan 5 pasien (PDP) yang akan masuk. Tambahan PDP tersebut akan menyulitkan tindakan penanganan dikarenakan keterbatasan ruang isolasi yang terdapat di RSAM.

"Terkait hal tersebut, kami usulkan ruang Cindua Mato di RSAM dialihfungsikan sebagai ruang isolasi bagi PDP COVID-19 karena memiliki kapasitas ruangan yang cukup besar," tuturnya.

Menurutnya juga perlu menyediakan IGD khusus/tersendiri untuk penanganan pasien Covid-19.

Ramlan juga mengungkapkan kondisi keterbatasan peralatan yang dimiliki RSAM, seperti alat ventilator, serta kesinambungan ketersedian APD bagi tenaga medis dan paramedis.

"Kami berharap asupan gizi bagi tenaga medis dan paramedis di RSAM menjadi perhatian karena mereka saat ini dalam kondisi cukup kelelahan", ujar Wako.
Seiring dengan bertambahnya jumlah pasien, sebutnya, maka jumlah tenaga paramedis tentu juga akan berkurang. "Ini kiranya perlu mendapat perhatian juga," sambungnya

Wako juga mengutarakan usulan agar dilakukan pemeriksaan kondisi kesehatan kepada para perantau yang pulang serta menghentikan sementara waktu layanan jasa transportasi travel yang masuk ke Sumbar.

"ODP terus bertambah. Sebagaimana tadi disampaikan juga oleh Bupati dan Walikota lain, pulangnya para perantau tidak dapat dicegah. Namun kami berharap para perantau juga dengan keterbukaan untuk melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan. Hal ini sebagai upaya kita untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona," ungkapnya.(*/afr)

×
Berita Terbaru Update