Notification

×

Iklan

Powered By Blogger

Indeks Berita

Deri Asta: UMKM Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Warga

Minggu, 07 Juni 2020 | Juni 07, 2020 WIB Last Updated 2021-12-31T08:55:18Z
Bersama Ibu Hj. Nevi Zuairina (Anggota Komisi VI DPR RI, membidangi Koperasi dan UMKM), Bapak Deri Asta, S. H. (Walikota Sawahlunto), Bapak Ir. Zirma Yusri (Kadis Koperasi dan UKM Prov. Sumbar), & Jimmi Syah Putra Ginting (Komisioner Kpid Sumatera Barat) dalam dialog interaktif.
padanginfo.com - SAWAHLUNO - UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) menjadi salah satu mesin penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sektor ini berhasil menghidupi 60 juta orang pelaku UMKM di Indonesia. Sumbangan sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pun cukup signifikan.

Kontribusi sektor usaha mikro, kecil dan menengah terhadap produk domestik bruto meningkat dari 57,84 persen menjadi 60,34 persen dalam lima tahun terakhir.Untuk kota Sawahlunto ada sekitar 8000 orang pelaku UMKM ini, yang berkontribusi cukup besar dalam meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah Daerah pun tak tinggal diam dengan membantu pelaku UMKM untuk mempercepat gerak mereka dalam mengembangkan usaha. Berbagai cara dilakukan,seperti dukungan dari segi regulasi, perpajakan, mempermudah perizinan, jangkauan akses pasar yang luas dan pendanaan dengan bunga ringan.

Hal itu disampaikan Walikota Sawahlunto, Deri Asta,SH dalam Dialog Interaktif "Pemberdayaan UMKM di Tengah Pandemi Covid-19 (Permasalahan dan Solusinya)" Sabtu, 6 Juni 2020 di RRI Padang.

"Khusus dibidang permodalan,pemerintah daerah mendirikan UPTD Dana Bergulir dalam tahap awal ini kita sediakan anggaran 1 Milyar, dan ini sudah berjalan 1 tahun. Penguatan UMKM guna peningkatan ekonomi masyarakat menjadi lebih baik adalah fokus kita, yang merupakan janji kita waktu kampanye dulu. Alhamdulillah, sudah banyak pelaku usaha UMKM yang memanfaatkan program ini. Program ini sekaligus juga merupakan upaya kita untuk memutus mata rantai Rentenir di kota Sawahlunto ini. Biayanya sangat murah sekali, hanya 3%, jauh dibawah bunga KUR dan bunga para rentenir," ungkap Deri.

Disebutkannya, bunga murah ini bisa dinikmati melalui jenis pinjaman Dana Bergulir yang disediakan oleh pemerintah daerah. Namun, UMKM juga diharapkan dapat berusaha membuat rencana bisnis yang baik dan lengkap.Hal ini dikarenakan dalam pemberian pinjaman ini dapat terjamin keberlangsungannya.

"Memang sih harus ada jaminan dalam peminjaman tersebut, tapi ini tidak terlalu dipaksakan jaminan tersebut harus sama nilainya dengan pinjaman modal. Bagi pelaku usaha UMKM yang sungguh-sungguh dan kredibel dalam mengelola usahakan, jaminan itu hanya sebagai syarat tambahan saja, bukan menjadi syarat pokok, pemerintah akan berikan bantuan modal bergulir ini jauh diatas nilai jaminannya," jelasnya.

"Jadi bagi pelaku usaha UMKM yang ingin mendapatkan fasilitas dana bergulir ini, sungguh-sungguhlah dalam berusaha, tekun, dan luruskan niat. Bantuan yang didapatkan itu benar-benar untuk modal atau pengembangan usaha yang ada, bukan untuk konsumtif," ujarnya.

Dibidang pemasaran atau pasar, disamping mengikutkan para UMKM ini dalam berbagai expo dan pameran,kita juga sudah menyiapkan pasar digital online. "Bekerjasama dengan Dekranasda Sawahlunto kita akan luncurkan Pasar Digital Online dengan nama Kakodai.com, aplikasi inisecara resmi akan kita launching tanggal 23/6 yang akan datang," tutup Deri Asta.

Disamping Deri Asta, hadir dalam dialog tersebut, Ibu Hj. Nevi Zuairina (Anggota Komisi VI DPR RI, membidangi Koperasi dan UMKM), Bapak Ir. Zirma Yusri (Kadis Koperasi dan UKM Provinsi Sumbar), & Jimmi Syah Putra Ginting (Komisioner Kpid Sumatera Barat).(tety/Ris)

Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update