Notification

×

Iklan

Powered By Blogger

Indeks Berita

Wapres Sampaikan Duka Mendalam Untuk Warga NTT

Selasa, 06 April 2021 | April 06, 2021 WIB Last Updated 2021-04-06T08:02:33Z

 

Wapres Ma'aruf Amin menyampaikan duka untuk warga NTT korban banjir bandang. (foto:Setwapres)

Padanginfo.com-Pariaman- Wakil Presiden Ma’aruf Amin menyampaikan rasa duka  yang mendalam terhadap bencana banjir bandang yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu dini hari (4/4)  pukul 01.00.

"Saya menyampaikan turut berdukacita kepada masyarakat yang menjadi korban.  Pemerintah secepatnya melakukan upaya penanggulangan. Kepala BNPB Bapak Doni Moenardo, yang semula akan hadir di sini,  sekarang sudah di NTT untuk  mengkoordinasikan penanggulangan,” kata Wapressaat melakukan kunjungan kerja ke Pariaman, Sumatera Barat, Selasa (6/4) pagi. 

Melihat tayangan visual, Wapres mengatakan tak menyangka banjirnya sedasyat itu dan korban mencapai ratusan,

Informasi yang dihimpun padanginfo.com, hampir seluruh daerah di NTT terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Namun, ada delapan daerah dengan kondisi kerusakan terparah. 

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) Doni Monardo mengungkapkan sejumlah wilayah terdampak paling parah akibat bencana banjir bandang  Pulau Adonara, Lembata, Alor, juga Malaka.

"Sejauh ini daerah yang mendapatkan dampak paling parah yaitu Pulau Adonara, kemudian Lembata, lantas Alor. Kemudian juga di daratan di wilayah Timur yaitu Malaka dan terutama Malaka ya," kata Doni.

Doni mengatakan bahwa bencana yang terjadi di NTT akibat badai siklon tropis. Bahkan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejak 2 April telah memperingatkan potensi cuaca ekstrem ini.

Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi mengatakan, sedikitnya 8 kabupaten/kota  mengalami rusak berat dampak dari banjir bandang ini. Yakni,  Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Alor, Kabupaten Malaka, Kabupaten Sabu Raijua," lanjutnya. 

Hingga Senin malam, Pemprov NTT mencatat ada 84 korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor. Sementara itu, 71 orang masih dalam pencarian.

Kerugian materiil yang tercatat  hingga Senin malam, ; 25 rumah rusak berat, 114 rumah rusak sedang, 17 rumah hanyut, 60 rumah terendam, 743 rumah terdampak, 40 akses jalan tertutup pohon tumbang, 5 jembatan putus, 1 fasilitas umum terdampak, dan 1 kapal tenggelam.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika telah menerbitkan peringatan dini terkait bahaya Gelombang Tinggi 4 - 6 meter akibat siklon tropis Seroja yang berlaku dari 5 - 6 April 2021.

BMKG mengimbau kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi untuk tetap waspada dan siaga. Kapal atau perahu kecil dihimbau untuk tidak memaksakan aktivitas pelayaran. (in).


Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update