Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

54 Siswa SMAN 1 Padang Panjang Positif Covid-19, Proses Belajar Tatap Muka Dihentikan

Senin, 13 September 2021 | September 13, 2021 WIB Last Updated 2021-09-13T06:14:52Z

SMAN 1 Padang Panjang (dok)

padang.info.com-PADANG-  Sebanyak 54 siswa SMAN 1 Kota Padang Panjang terkonfirmasi  positif covid-19, sementara proses belajar di SMA itu dihentikan.

“Kegiatan belajar dihentikan, bagi yang positif  covid-19 untuk sementara waktu siswa menjalani karantina di asrama sekolah. Sedangkan yang negatif, dijemput orang tua dan belajar daring dari rumah,” kata Kepala Cabang Dinas Penidikan Sumbar Wilayah 1 Mardison, di Padang , Senin (13/9/2021).

Ia menjelaskan, bahwa boleh saja yang positif dibawa pulang ke rumah atas permintaan orang tuanya. Namun  dengan catatan, orang tua sanggup melakukan isolasi mandiri di rumah dengan sejumlah ketentuan yang ada.

“Sementara bagi siswa yang hasil swabnya negatif, sudah dijemput orang tua untuk pulang ke rumah. Selanjutnya, mereka belajar secara daring dan belajar tatap muka dihentikan sementara waktu,” bebernya.

Mardison menjelaskan, siswa-siswa yang negatif covid-19 mulai melaksanakan pembelajaran daring. Tidak ada persiapan khusus untuk pembelajaran daring tersebut. Sebab, sebelum pembelajaran tatap muka, siswa juga sudah pernah belajar daring dari rumah.

“Siswa baru tatap muka 16 Agustus kemarin, sebelum itu kan daring juga, jadi tidak ada masalah,” terangnya.

Ia belum dapat memastikan, sampai kapan pembelajaran daring dilakukan. Namun kondisi harus dipastikan benar-benar aman dulu sebelum belajar tatap muka lagi.

“Belajar daring dapat dilakukan lagi nantinya setelah berkoordinasi kembali dengan Satgas Covid-19 Padang Panjang,” beber Mardison.
Sekolah Lain Tetap Tatap Muka

Ia menyampaikan, pembelajaran daring ini hanya untuk SMAN 1 Padang Panjang saja. Sementara sekolah lain tetap tatap muka dengan protokol kesehatan. Hal itu sesuai SKB tiga menteri, kalau ada yang terpapar covid-19, sekolah kembali belajar daring.

“Sementara, siswa SMA lainnya di Padang Panjang tetap tatap muka.  Jika ada siswa yang terindikasi demam, tentu sekolah akan berkoordinasi dengan Dinkes, akan dilakukan tes swab,” jelas Mardison.

Ia mengimbau orang tua yang anaknya sekolah di sekolah berasrama, agar bersabar mengunjungi anak-anaknya. Sebab, ada dugaan anak-anak tersebut terpapar dari orang datang dari luar.

“Sekolah sudah ketat kemarin itu. Orang tua tidak dibenarkan mengunjungi anaknya, ternyata ada rupanya keteledoran, diizinkan masuk. Maka, saya mengimbau bersabarlah untuk bebas berkumpul bertemu, itu harus dibatasi,” harap Mardison.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang Panjang Nuryanuar mengatakan, penambahan kasus hari ini sangat berbeda dari sebelumnya. Selama bulan September, laporan kasus setiap hari sekitar 6,5, atau 4, bahkan sempat nol kasus.

Sementara hari ini terangnya, dilaporkan ada 54 positif covid-19. Jumlah ini termasuk yang terbanyak dilaporkan dalam beberapa waktu belakangan.

Sementara beberapa hari belakangan ungkapnya, kasus melandai. Pelonjakan terjadi karena kasus di asrama dan ada kontak masing-masing penghuni asrama.

“Penambahan kasus positif hari ini sangat berbeda dari sebelumnya karena berasal dari satu klaster yaitu siswa asrama SMAN 1 Padang Panjang, kalau asrama yang kena, ya banyak juga yang kena,” katanya, Sabtu (11/9/2021).

Ia menjelaskan, penyebaran covid-19 di sekolah berasal dari salah seorang siswa yang mengalami gejala demam. Kemudian ia melaporkan kepada orang tuanya. Kemudian orang tua murid melaporkan kepada Dinkes Padang Panjang.

Berdasarkan informasi itu terangnya, Dinkes Padang Panjang melakukan pelacakan mencari informasi ke lokasi SMAN 1 Padang Panjang. Memang ditemukan ada siswa yang terkena demam dan ada beberapa siswa lainnya juga mengalami demam.

“Dengan ada beberapa orang temannya yang juga demam, lalu karena itu juga asrama, maka kita putuskan untuk dilakukan tes swab semuanya,” katanya.

Kemudian kata Nuryanuar, petugas melakukan tes swab kepada seluruh siswa. Sampelnya dikirim ke Laboratorium Universitas Andalas (Unand). Dari seluruh sampel yang dikirim ditemukan sebanyak 54 siswa positif covid-19.

×
Berita Terbaru Update