Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hujan Tiga Hari, Kabupaten Padang Pariaman dan Pesisir Selatan Terparah Terkena Banjir dan Tanah Longsor

Minggu, 19 Desember 2021 | Desember 19, 2021 WIB Last Updated 2021-12-19T12:33:42Z


Satu kawasan yang terkena banjir di Kabupaten Pariaman (Foto: BPBD Pariaman)

Padanginfo.com-PADANG--
Hujan tiga hari yang mengguyur kawasan Sumatera Barat, Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Pesisir Selatan  termasuk yang terparah. Selain banjir juga terjadi tanah longsor.  


Data yang dihimpun jurnalis padanginfo.com, di Kabupaten Padang Pariaman, banjir terjadi di kawasan Kecamatan Ulakan Tapakis, Banjir dipicu oleh meluapnya Sungai Batang Ulakan. Ratusan rumah terendam yang mengakibatkan banyak warga mengungsi. Sedang tanah longsor terjadi di di Nagari Koto Dalam, Kecamatan Padang Sago.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Pariaman Budi Mulya mengatakan,  banjir terjadi akibat curah hujan tinggi dan mengakibatkan meluapnya Sungai Batang Ulakan. Ketinggian air mencapai 1 m hingga 1,5 meter. Akibatnya, sejumlah warga diungsikan dengan perahu karet.

 

Budi berharap, diperlukan normalisasi pada sungaiBatang Ulakan. Karena setiap turun hujan deras, air sungai meluap. Meluapnya sungai Batang Ulakan membuat aktivitas lalu lintas terganggu, seperti di Ketaping, Batang Anai.

 

Budi  meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan karena hujan dari intensitas sedang hingga lebat masih akan turun.

 

Di Kabupaten Pesisir Selatan, banjir terjadi di 12 kecamatan. Akibatnya 425 rumah yang dihuni 439 kepala keluarga terendam.

 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Selatan Doni Gyzrizal menjelaskan,  12 kecamatan yang dilanda banjir adalah  Koto XI Tarusan, Bayang, IV Jurai, Batang Kapas, Lengayang, Ranah Pesisir, Sutera, Linggo Sari Baganti, Ranah Ampek Hulu Tapan, Basa Ampek Balai Tapan, Lunang dan Silaut.


"Kecamatan yang terparah adalah Batang Kapas dengan 239 rumah terendam, Lengayang 183 rumah dan Lunang 30 rumah," jelas Doni Gyzrizal. (in).

 

×
Berita Terbaru Update