Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jagoan PWNU Sumbar Kalah, KH Yahya Cholil Staquf Terpilih Jadi Ketua PBNU

Jumat, 24 Desember 2021 | Desember 24, 2021 WIB Last Updated 2021-12-24T08:30:51Z
Ketua PBNU terpilih KH Yahya Cholil Staquf dan calon petahana KH Said Aqil Siradj (foto.republika.co)


padanginfo.com- LAMPUNG- PWNU Sumatera Barat yang menjagokan Kiai Said Agil Siradj kalah pada  pemiliham Ketua PBNU yang  gelar  di lampung, 22-23 Desember. “Kedepan kita masih memerlukan tokoh seperti Kiai Said Aqil Siradj untuk memimpin PBNU,” kata Ketua PWNU Sumbar Ganefri yang  juga Rektor Universitas Negeri Padang (UNP)  


Seperti diberitakan, 2 hari menjelang Muktamar PBNU di Lampung, Ketua Tanfidziyah PWNU Sumbar, Prof Ganefri  menyebut , pihaknya mendukung Kiai Said Aqil Siradj pada muktamar tersebut karena pemikiran-pemikirannya dinilai telah membesarkan PBNU


Ternyata dugaan PWNU Sumbar meleset. Muktamart PB yang dibuka Presiden Jokowi, akhirnya memenangkan mantan  juru bicara presiden KH Abdurahman Wahid (Gus Dur), KH Yahya Cholil Staquf. Ia resmi terpilih sebagai ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021-2026 dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-34 NU di Gedung Serbaguna Universitas Lampung (Unila), Bandar Lampung, Jumat (24/12) pagi. 


Dikutip dari REPUBLIKA.CO, dalam Muktamar ke-34 NU, mekanisme pemilihan ketua umum PBNU menggunakan mekanisme voting atau pemungutan suara. Dalam proses penghitungan suara, kiai yang biasa dipanggil Gus Yahya ini berhasil memperoleh 337 suara. Sedangkan, calon ketum PBNU petahana KH Said Aqil Siroj hanya mendapatkan 210 suara. Adapun, satu suara dianggap batal.  


Proses pemungutan suara di Muktamar ke-34 NU dilakukan dua tahap. Pemilihan tahap pertama berlangsung sejak pukul 02.00 dini hari hingga pukul 06.00 pagi. Dalam proses ini, muncul beberapa nama sebagai bakal calon, seperti KH As'ad Said Ali dan KH Marzuki Mustamar. 


Namun, hanya Gus Yahya dan Kiai Said yang lolos untuk maju dalam tahap kedua sebagai calon ketum PBNU setelah mendapat lebih dari 99 suara. Dalam pemilihan tahap pertama ini, Gus Yahya memperoleh 327 suara dan Kiai Said mendapatkan 203 suara. 


Setelah itu, keduanya diminta untuk memberikan pernyataan kesediaannya untuk maju sebagai calon ketum PBNU dalam proses pemilihan tahap kedua. "Alhamdulillah wassyukurillah saya menyatakan bersedia menjadi calon ketum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama," ujar Gus Yahya dalam sambutan singkatnya.


Begitu juga dengan Kiai Said. Calon petahana ini juga bersedia untuk maju lagi sebagai ketum PBNU untuk ketiga kalinya. "Dalam pilihan itu pasti ada yang menang ada yang kalah. Dua hal yang sangat wajar fastabiqul khoirot. Siapa pun yang akan menang legawa, ikhlas, dan ridha dalam hati kita masing-masing, yang penting lanjutkan dan saya bersedia untuk maju sebagai calon ketum," kata Kiai Said. 


Setelah Gus Yahya dan Kiai Said menyatakan kesediaannya, kemudian pimpinan sidang, Muhammad Nuh, bersama kedua calon bermusyawarah dengan Rais Aam PBNU terpilih, KH Miftachul Akhyar. 


"Sesuai dengan tatib, kami pimpinan sidang akan silaturahim dengan rais aam terpilih untuk memberikan rekomendasi atau persetujuan tentang dua calon yang tadi alhamdulillah beliau berdua sudah menyampaikan kesediaannya," kata Nuh. 


Setelah mendapatkan persetujuan dari rais aam, Gus Yahya dan Kiai Said kemudian bersaing lagi untuk memperebutkan suara muktamirin pada proses pemilihan tahap kedua. Proses pemilihan tahap kedua ini berlangsung sejak pukul 06.40 WIB sampai 09.30 WIB. Setelah dilakukan penghitungan suara, akhirnya Gus Yahya resmi terpilih sebagai ketua umum PBNU untuk periode 2021-2026. (*/ak)


 

×
Berita Terbaru Update