Notification

×

Indeks Berita

UNESCO Tetapkan Hari Kelahiran Sastrawan AA. Navis dan Pahlawan Aceh Keumalahayati Sebagai Peringatan Internasional

Jumat, 01 Desember 2023 | Desember 01, 2023 WIB Last Updated 2023-12-01T15:29:52Z
Sastrawan AA.Navis dan Pahlawan asal Aceh Keumalahayati. (Foto: google)

padanginfo.com-JAKARTA- Badan PBB UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) yang bergerak pada bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan memberikan penghargaan kepada dua tokoh legendaris asal Indonesia, AA. Navis dan Keumalahayati yang hari kelahirannya ditetapkan sebagai Perayaan Internasional.

Mengutipsitus kemendikbud.go.id, penetapan itu dicetuskan pada hari penutupan Sidang Umum ke-42 UNESCO, 22 November 2023 yang berlangsung di Paris, Prancis,.

Direktur Jenderal UNESCO Audrey Azoulay mengumumkan bahwa hari lahir dua tokoh kenamaan Indonesia ditetapkan sebagai hari perayaan tingkat internasional di UNESCO.
 
Sebagai informasi, Ali Akbar Navis atau lebih dikenal dengan A.A. Navis, kelahiran 17November 1924 adalah seorang penulis dan budayawan terkemuka Indonesia. Kontribusinya terhadap sastra Indonesia menjadikannya sosok yang ikonik di dunia sastra. A.A. Navis menghasilkan sejumlah besar publikasi dan bekerja sebagai guru bagi penulis lain selama hidupnya. 

Pengusulan penetapan peringatan 100 tahun kelahiran Ali Akbar Navis (1924-2003) mendapat dukungan dari Malaysia, Federasi Rusia, Thailand, dan Togo.
 
Sedangkan Keumalahayati merupakan salah satu tokoh heroik perempuan paling awal di Indonesia. Ia diakui sebagai pahlawan nasional atas keberanian, kepemimpinan, dan kontribusinya yang signifikan dalam membela tanah air. 

Keumalahayati dibesarkan di wilayah yang terkenal dengan tradisi maritimnya yang kuat dan mengenal dunia peperangan laut sejak usia muda. Ayahnya, Laksamana Mahmud Syah, adalah seorang panglima angkatan laut armada Aceh yang terampil dan dihormati, dan ia mewariskan ilmu dan keahliannya kepada putrinya.
 
Ketika ayahnya meninggal dunia sehingga jabatannya kosong, Sultan Alauddin Riayat Syah dari Aceh mengangkat Keumalahayati sebagai Laksamana baru, mengingat bakat, keterampilan, dan tekadnya. 

Jabatan Panglima Angkatan Laut Kesultanan Aceh menjadikan Keumalahayati sebagai laksamana wanita pertama dalam sejarah Indonesia dan Asia Tenggara.
 
Dalam masa kejayaannya, Keumalahayati berhasil membuktikan bahwa dirinya merupakan pemimpin yang cakap di tengah skeptisisme terhadap perempuan.

 Pengusulan penetapan peringatan 475 tahun kelahiran Keumalahayati (1550-1615) mendapat dukungan dari Malaysia, Federasi Rusia, Thailand dan Togo.

Dua tokoh ternama dari Indonesia ini sekaligus mengukuhkan prestasi Indonesia dalam UNESCO selama periode Sidang Umum UNESCO ke-42 di tahun 2023 ini, di mana Indonesia berhasil terpilih sebagai anggota Dewan Eksekutif UNESCO, menjadi anggota Dewan International Programme for the Development of Communication (IPDC), Meresmikan Indonesian Corner di markas besar UNESCO, serta penetapan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi sidang umum UNESCO. (*/in)

Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update