Notification

×

Indeks Berita

Dinkes Pariaman Aktif Sosialisasikan 'Gema Cermat'

Jumat, 27 April 2018 | April 27, 2018 WIB Last Updated 2018-04-27T02:32:30Z
Padang Info.com - PARIAMAN - Meningkatkan pemahaman masyarakat dan stakeholder tentang penggunaan obat secara benar dan rasional, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pariaman menggelar sosialisasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) di aula Hotel Nan Tongga Pariaman, Kamis (26/4/2018).

Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman mengungkapkan saat ini masyarakat di Kota Pariaman masih banyak menggunakan metode swamedikasi atau mengobati sendiri ketika sakit dan sering menduga-duga obat yang cocok untuk penyakitnya tanpa berkonsultasi ke tenaga medis atau dokter yang berpengalaman.

"Ketika sudah parah, barulah berobat kedokter, sehingga resep yang diberikan dokter  juga sudah tidak manjur lagi dikarenakan sudah mengkonsumsi obat dengan cara swamedikasi, tentu ini penyebabnya karena kurangnya pemahaman masyarakat tersebut tentang obat-obatan yang dijual bebas", tambahnya.

Disebutkannya penggunaan obat bebas tanpa pengetahuan dan informasi memadai dapat menyebabkan masalah kesehatan baru seperti dosis yang berlebihan dan kejadian efek samping.

"Karena itu masyarakat masih sangat perlu diberikan edukasi mengingat fenomena masyarakat yang belum tahu cara menggunakan ataupun memperlakukan obat dengan baik dan benar", sambungnya.

Ia berharap kegiatan ini mampu jadi media bagi pemerintah dengan dukungan dari stakeholder yang hadir untuk bersama-sama mencerdaskan masyarakat Indonesia mengenai penggunaan obat.

"Mengingat pentingnya pemahaman kepada masyarakat tentang obat ini, saya juga berharap kepada peserta agar dapat mengikuti sosialisasi ini dengan baik, sehingga nantinya jika sudah tau maka kita dapat mengembangkannya kepada kelompok masyarakat lainnya", tuturnya

Direktur Pelayanan Kefarmasian Ditjen Kefarmasian dan Alkes Kemenkes RI, Detti Yuliati mendukung penuh upaya Dinkes Kota Pariaman dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan obat. Pasalnya, persoalan penggunaan obat yang tidak sesuai resep dokter ini cukup banyak ditemui.

Detti mengatakan bahwa pada tahun 2015 kementerian kesehatan telah mencanangkan kegiatan  Gema Cermat yang merupakan upaya bersama pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran, kepedulian dan pemahaman masyarakat tentang memilih, mendapatkan, menyimpan serta menggunakan obat secara benar.

"Ketika sakit masyarakat biasanya mencari obat sendiri. Namun seringkali cara menyimpan dan penggunaannya tidak tepat. Untuk itu, sosialisasi dan pendampingan pada masyarakat harus terus digalakkan di seluruh daerah," ujarnya

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat yang diwakilkan oleh Kasi Kefarmasian, Linarni Jamil mengatakan selain peresepan yang irasional atau tidak rasional oleh tenaga kesehatan serta kurangnya informasi penggunaan obat yang diberikan oleh tenaga kesehatan, penggunaan obat secara tidak tepat dilakukan oleh masyarakat.

"Penggunaan obat secara tidak tepat dilakukan oleh masyarakat dikarenakan kurangnya kepatuhan pasien dalam menggunakan obat yang diresepkan maupun dalam pengobatan sendiri", ungkapnya.

Ia juga mengatakan pelaksanaan kegiatan ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait dan dilakukan secara masiv dalam berbagai pertemuan serta melalui media.

"Keterlibatan lintas sektor ini sangat diharapkan dapat menunjang keberhasilan dan ketercapaian tujuan dari pada gerakan kita ini", tuturnya.(mc/mir)

Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update