Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Januari hingga Maret, Ditemukan 10 Kasus HIV di Padang Pariaman

Kamis, 12 April 2018 | April 12, 2018 WIB Last Updated 2018-04-12T07:37:50Z
Padang Info.com - PADANG PARIAMAN - Peningkatan kasus HIV di Kabupaten Padang Pariaman perlu menjadi perhatian semua pihak. Rentang waktu Januari hingga Maret 2018 ini saja, sudah ditemukan lagi 10 kasus yang terinfeksi HIV.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman dr H Aspinuddin, Selasa (10/4/2018) di aula Dinas Kesehatan Padang Pariaman menyebutkan hal kepada wartawan, disela-sela  pembukaan pertemuan Validasi Data Akses Sanitasi Calon Korong SBS.

"Kabupaten Padang Pariaman sudah berada pada urutan ketiga tertinggi dalam kasus HIV/AIDS di Propinsi Sumatera Barat," jelasnya.

Terkait dengan terjadinya kasus sodomi terhadap puluhan anak di Sungai Limau beberapa hari lalu, sebutnya, setelah diperiksa si pelakunya tidak terinfeksi HIV. Sehingga korban dari sodomi tersebut dipastikan tidak terinfeksi HIV. Semula kita mengkuatirkan, jika si pelaku sudah terinfeksi HIV, maka kemungkinan besar si korbannya juga terinfeksi HIV.

Semakin banyaknya ditemukan kasus warga yang terkena HIV ini, kata Aspinuddin, dihimbau kepada masyarakat, orangtua dan tokoh masyarakat lainnya agar selalu mewaspadai dan meningkatkan kontrol terhadap anak-anak.

“Jika ada perilaku yang mencurigakan terhadap pergaulan anak-anak, baik sesama jenis maupun lawan jenis, patut diselidiki lebih lanjut. Jika terkait dengan kesehatan, maka segera hubungan bidan desa atau petugas Puskesmas terdekat,“ kata Aspinuddin.

Aspinuddin juga menambahkan, peningkatan kasus HIV di Padang Pariaman juga dipicu  maraknya perilaku lesbian, gay, biseksual  dan transgender yang dikenal dengan istilah LGBT. “Ini perlu menjadi perhatian semua pihak. Tidak cukup hanya dari petugas kesehatan saja,” kata Aspinuddin.

Dalam pada itu, Sekretaris Forum Kabupaten Sehat (FKS) Padang Pariaman Armaidi Tanjung menambahkan, perilaku seks penyimpang ini cenderung meningkat. Selain faktor lingkungan yang sunyi, jauh dari control orang lain, pengalaman pernah jadi korban pelecehan seksual, maupun dorongan dari luar seperti tayangan adengan seronoh melalui berbagai media.

“Perilaku seks bebas menjadi faktor utama dalam penyebaran virus HIV/AIDS. Berbagai bentuk perilaku seks bebas yang semuanya merupakan perilaku tidak sehat dalam reproduksi manusia. Hubungan seksual dan reproduksi sehat hanyalah melalui lembaga perkawinan, bukan dengan berganti-ganti pasangan,” kata Armaidi penulis buku Free Seks No, Nikah Yes ini.(at/amir)
×
Berita Terbaru Update