Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Zohirin Sayuti Minta “Mak Hitam” Dioperasikan Kembali

Jumat, 04 Januari 2019 | Januari 04, 2019 WIB Last Updated 2019-01-04T02:45:47Z
PadangInfo.Com -SAWAHLUNTO -  Wakil Walikota Zohirin Sayuti minta  Dinas  Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman  segera bergerak untuk menemukan solusi dan melaksanakan terobosan agar lokomotif uap E 1060 ‘MAK ITAM’ dapat dioperasikan kembali. Sebab, selain kaya sejarah, ‘MAK ITAM’ juga mempunyai pesona tersendiri yang sangat menarik bagi wisatawan, terutama dari nusantara dan mancanegara.

Saat ini, dikarenakan sejumlah kendala, ‘MAK ITAM’ memang masih diperbaiki di dipo (tempat penyimpanan lokomotif) Stasiun Kereta Api Kampung Teleng. Padahal, minat wisatawan terutama nusantara dan mancanegara sangat tinggi antusiasnya untuk menyaksikan sampai menaiki langsung lokomotif uap legendaris tersebut.

Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman membuat replika ‘MAK ITAM’ tersebut, yang juga dapat dijalankan menyusuri rel, dan dapat ditumpangi wisatawan, layaknya kereta api sebenarnya. Namun tentu saja, kehadiran kereta replika tersebut tidak mampu mengobati rasa penasaran pengunjung akan ‘MAK ITAM’.

Wawako Zohirin Sayuti berpesan agar dapat dikaji kembali bersama – sama bagaimana langkah agar ‘MAK ITAM’ dapat berjalan kembali.

“Sekarang kita menatap ke depan, untuk Sawahlunto yang lebih baik, untuk wisata yang lebih baik. Maka MAK ITAM ini mutlak harus kita jalankan lagi, ini ikon kita, ini legenda. Maka mari bersama, dengan Dinas ini sebagai leading sektor – nya, kita kaji kembali kita bahas apa benar masalahnya, lalu apa solusi, bisa tidak ada terobosan yang kita lakukan sebagai solusinya,” tutur mantan Kepala Bappeda dan Sekda Sawahlunto itu di hadapan puluhan pegawai Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman, Rabu (02/01).

Zohirin juga berpesan agar diperbanyak curah gagasan (brainstorming) guna memperoleh ide dan gagasan segar.

“Jalankanlah saling berbagi gagasan, baik itu internal, juga antar Dinas, bahkan kalau dapat juga dengan para profesional, seperti konsultan. Sehingga kita memperoleh rujukan yang lebih kaya, mendapat sudut pandang yang lebih beragam, sehingga memunculkan inovasi dan kreatifitas,” ujar Zohirin.

Wawako Zohirin meminta supaya koordinasi dengan para profesional yang telah pernah mengabdi untuk Sawahlunto dijalin kembali. Mereka contohnya, Erwiza Erman (peneliti LIPI yang meneliti sejarah Sawahlunto), Medy Iswandi (mantan Kepala Dinas Pariwisata Sawahlunto) serta beragam tokoh lainnya.
Dalam kesempatan itu, Wawako Zohirin juga bercerita bahwa sampai ada wisatawan yang akhirnya membatalkan kunjungan ke Sawahlunto dikarenakan ‘MAK ITAM’ yang belum beroperasi.

“Jadi sangat berarti sekali ‘MAK ITAM’ ini bagi Sawahlunto, khususnya pariwisata. Maka menjadi kewajiban kita bersama untuk membuat ‘MAK ITAM’ ini kembali ‘hidup’,” tegas mantan ketua Muhammadiyah Sawahlunto itu.

Kepala Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Hendri Thalib menyebut siap segera menindaklanjuti arahan Wawako Zohirin Sayuti tersebut.
“Sesuai arahan pak Wawako, kami akan segera bergerak. Sebelumnya kami sudah ada pengkajian juga soal ‘MAK ITAM’ ini, namun dengan instruksi khusus ini tentu akan kami intensifkan pergerakannya,” janji Thalib. (ris)

×
Berita Terbaru Update