Notification

×

Iklan

Powered By Blogger

Indeks Berita

Rumah Tahfiz Syekh Abdurrahman Wisuda 58 Santri

Senin, 08 Juli 2019 | Juli 08, 2019 WIB Last Updated 2019-07-09T08:11:16Z
Kapolres Dharmasraya AKBP Imran Amir SIK menyampaikan bantuan
Kapolda Sumbar 52 Al Qur'an kepada ustad Rumah Tahfiz Syekh Abdurrahman
Padanginfo.com - PESISIR SELATAN - Yayasan Syekh Abdurrahman yang mengelola rumah tahfiz mewisuda 58 orang santri dan santriwati. Ini merupakan wisuda pertama dari rumah tahfiz yang berada di Desa Asam Kumbang, Pesisir Selatan, tersebut.

Wisuda yang berlangsung Minggu (7/7) berlangsung khidmat dan meriah. Tidak saja diramaikan keluarga para santri dan warga sekitar, tetapi juga dihadiri tokoh masyarakat dan pejabat.

Tampak hadir Bupati Pesisir Selatan yang diwikili Asisten I Muskamal, Kapolda Riau yang diwakili Kapolres Dharmasraya AKBP Imran Amir SIK, Wakil Ketua DPRD Pesisir Selatan H Aprial Abas, pengurus PPPA Daarul Qur'an Jakarta. Juga turut hadir keluarga besar Syehk Abrurrahman.

Rumah Tahfiz Qur'an yang bertempat di rumah gadang tempat kelahiran pahlawan nasional H Iljas Jacoub ini sudah aktif semenjak Agustus 2018 lalu. Kehadiran tempat belajar Al Qur'an mendapat dukungan dan apresiasi dari warga. Terbukti dengan banyaknya keluarga yang mendaftarkan anak-anaknya.

Tidak saja dari Desa Asam Kubang, tetapi juga dari desa-desa lainnya di Kecamatan Bayang Utara dan sekitarnya. Bahkan ada santrinya dari Painan yang berjarak 25 km dari desa ini. Dewasa ini jumlahnya santrinya tercatat 230 orang.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan juga memberikan apresiasi. Keberadaan Rumah Tahfiz ini dinilai mendukung program pemerintah dalam bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia dan keagamaan.

"Keberadaan Rumah Tahfiz ini sangat relevan dengan misi dan program pemeritah Pesisir Selatan. Visi kita yakni teruwujudnya masyarakat yang mandiri, unggul, agamis dan sejahtera," ujar Muskamal.

Disebutkannya, pendidikan hafalan Al Qur'an ini merupakan salah satu upaya strategis dalam membentengi generasi muda dari dampak negatif dari kemajuan teknologi dewasa ini. "Kecanduan  terhadap game, medsos dan internet yang menjangkiti kaum muda kita dewasa ini diharapkan mampu diatasi atau minimal dikurangi dengan belajar dan memahami Al Qur'an," tuturnya.

Untuk itu ke depan, tambahnya, pihak pemkab sangat mendukung dan berupaya agar Rumah Tahfiz ini ada di setiap kecamatan. Rumah Tahfiz ini adalah lentera penerang dalam perjalanan dunia teknologi yang banyak suram dan kelamnya.


Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs Fakhrizal MHum juga menyampaikan hal senada. Dalam sambutannya yang disampaikan Kapolres Dharmasraya AKBP Imran Amir, disebutkan bahwa generasi muda dewasa ini dan mendatang akan dihadapkan dengan problema teknologi dan kemajuan zaman.

"Dampak negatif dari kemajuan teknologi yang susah ditolak itu mesti dilawan dengan membentengi diri dengan pendidikan dan agama. Artinya, kita juga harus tahu dan mengerti dengan kemajuan teknologi. Baik yang positif maupun yang negatifnya. Dengan pemahaman agama yang kuat diharapkan mereka mampu memilah-milah mana yang baik yang sesuai dengan ajaman agama," sebut Imran.

Dari sebanyak 58 orang santri yang diwisuda, mereka sudah mampu menghafal Al Qur'an satu hingga enam juz. Para santri dan santriwati ini bahkan sempat diuji secara acak kemampuannya oleh pengurus PPPA Daarul Qur'an.

"Kemampuan santri dan santriwati ini sangat baik. Belum setahun rumah tahfiz ini berdiri, tapi hasilnya sangat mengagumkan," kata KH Ahmad Kosasih, Dewan Syariah PPPA Daarul Qur'an.(afr)

Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update