Notification

×

Iklan

Powered By Blogger

Indeks Berita

Warga Miskin di Kota Sawahlunto Mulai Berkurang

Rabu, 08 Januari 2020 | Januari 08, 2020 WIB Last Updated 2020-01-30T03:40:05Z
Wako dan Wakil Walikota Sawahlunto menerima laporan dari BPS terkait penurunan angka kemiskinan di daerahnya (hms)
SAWAHLUNTO-padanginfo.com - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka kemiskinan di Kota Sawahlunto berkurang kalau dibandingkan tahun-tahun sebelumnya , Pada tahun 2018 angka kemiskinan di kota Arang itu sebesar 2,39 persen, namun tahun 2019 menjadi 2,17 persen. Dengan demikianh Kota Sawahlunto meraih angka kemiskinan terendah di Provinsi Sumatera Barat.

Kepala BPS Sawahlunto, Hendro Seprita Deza menyebutkan,berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilaksanakan BPS jumlah penduduk miskin di Sawahlunto pada 2019 yakni 1.035 jiwa.

“Ada penurunan  yang dicapai dari tahun sebelumnya, yakni di 2018 jumlah penduduk miskin Sawahlunto 1.048 jiwa”, kata Hendro, saat memberikan laporan hasil Susenas kepada Walikota Deri Asta, Selasa 07 Januari 2020.

Garis kemiskinan di Kota Sawahlunto sekarang ini berada pada level Rp 374.615 ribu per kapita tiap bulannya. Garis kemiskinan ini meningkat pada tahun 2018  dan berada pada level Rp 354.665 ribu per kapita tiap bulan.

Walikota Deri Asta mengatakan data tersebut menunjukkan berbagai program pengentasan kemiskinan yang dijalankan Pemko Sawahlunto sudah berada dalam track yang benar,sehingga  berkurangnya penduduk miskin. Ia mengingatkan bahwa tugas dan kinerja Pemko dalam mengurangi angka kemiskinan masih ada dan harus ditingkatkan lagi

“Penurunan angka kemiskinan ini merupakan salah satu fokus kami sehingga masuk dalam prioritas yang sudah diterjemahkan dalam RPJMD. Dalam target RPJMD kita itu 2,27 persen, Alhamdulillah ternyata setelah disurvei BPS, penurunan angka kemiskinannya ternyata melebihi target kita karena sudah mencapai 2,17 persen,. Bonusnya ternyata dengan pencapaian itu, kita juga menjadi Kota dengan angka kemiskinan paling rendah di Sumatera Barat,” ujar Deri Asta.

Pencapaian itu tidak boleh membuat jajarannya di Pemko berpuas diri, malah harus lebih terpacu lagi untuk menuntaskan misi penanggulangan kemiskinan.

“Berbagai program pengentasan kemiskinan terus kita lanjutkan, di tahun 2020 ini kita menekankan kepada jajaran Kepala Desa agar mengalokasikan Anggaran Dana Desa (ADD) untuk penanggulangan kemiskinan ini. Tiap desa mengalokasikan minimal untuk 10 KK miskin, dialokasikan bantuan program pemberdayaan ekonomi. Nanti jenis bantuan produktifnya boleh disesuaikan dengan kemampuan penerima bantuan, misalnya bantuan ternak, atau bisa juga pengembangan usaha,” kata Deri.

Program tersebut, nantinya bakal dikontrol langsung oleh Tim Penanggulangan Kemiskinan Kota yang berisi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sawahlunto. Kepada OPD – OPD ini, Walikota Deri Asta  meminta agar pelaksanaan kegiatan/program dapat memberikan perhatian khusus bagi keluarga miskin.

Pemko Sawahlunto sekarang telah menjalankan berbagai program untuk mengurangi angka kemiskinan ini. Program ini menyentuh dari sejumlah bidang, tidak hanya ekonomi namun juga pendidikan, kesehatan dan lainnya.

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Barenlitbangda) Sawahlunto, Mukhsis menyampaikan bahwa program Pemko dalam menyentuh keluarga miskin ini antara lain,  pemberian bantuan ekonomi produktif, menggratiskan biaya pengobatan melalui BPJS, beasiswa, bantuan seragam sekolah dan bantuan rehab rumah tidak layak huni.

“Dari segi ekonomi produktif pertanian, ada bantuan ternak ayam, kambing dan itik. Untuk bibit tanaman juga ada sukun, manggis dan pinang. Sementara, bidang industri juga ada bantuan alat tenun, alat pemecah kemiri dan lainnya. Untuk keluarga miskin yang butuh mengembangkan usaha juga difasilitasi dengan bantuan Wirausaha Pemula, Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan nanti juga ada Dana Bergulir,” kata Mukhsis. (Yd/Ris)

Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update