Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Wagub Sumbar: Penutupan Bandara Minangkabau Perlu Dilakukan

Selasa, 24 Maret 2020 | Maret 24, 2020 WIB Last Updated 2020-03-25T05:10:42Z
padanginfo.com - PADANG - Hingga Selasa (24/03/2020), Sumatera Barat masih negatif dari paparan virus Corona. Guna menjadi kondisi tersebut, Pemprov Sumbar diminta mendesak Kementerian Perhubungan untuk menutup Bandara Internasional Minangkabau.

Dari sejumlah pintu masuk ke daerah ini, hanya pintu bandara yang masih terbuka. Sementara untuk jalur darat sudah dilakukan pencegatan dan pemeriksaan di kawasan perbatasan. Seperti yang dilakukan di Pasaman, Dharmasraya, Pesisir Selatan dan 50 Kota. Terhadap orang yang mau masuk Sumbar dilakukan pemeriksaan kesehatannya.

Walikota Padang, Mahyeldi juga mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk menghentikan sementara jalur penerbangan di Bandara Minangkabau sebagai upaya pencegahan Covid-19.

“Atas nama Pemkot Padang, saya mendorong Pemprov Sumbar untuk menutup sementara Bandara Internasional Minangkabau agar penyebaran Covid-19 dapat ditekan,” sebutnya.

Terkait hal itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tentu tidak punya kewenangan untuk itu. Namun, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, mengaku akan menyurati Kementerian Perhubungan untuk menutup Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sementara.

"Surat sedang disiapkan Pak Sekda dan segera kita kirim," katanya.

Penutupan sementara, menurutnya, perlu dilakukan untuk mengunci orang luar yang berpotensi menularkan Covid-19 di Sumbar. Selain itu penutupan dilakukan agar tidak ada lagi eksodus dari Jakarta dan dari daerah lainnya yang masuk ke Sumbar.

"Sekarang masih ada eksodus darimana-mana, kita bersama Gubernur sepakat dan kita buat surat ke Kemenhub kalau bisa penerbangan dihentikan dulu," ujarnya.

Dalam beberapa hari belakangan penerbangan ke Padang terus mengalami peningkatan terutama dari daerah Jakarta. Malahan penerbangan ke Padang ditambah karena banyak yang ingin pulang.

"Jakarta sudah banyak kasusnya. Kita tidak ingin masuk ke virus itu ke Sumbar, kita ingin menutup bandara sementara. Mudah-mudahan dikabulkan oleh Kemenhub," katanya.

Seperti yang jelaskan juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan, saat ini ada penambahan 107 kasus baru pasien positif Covid-19.

"Berdasarkan data hingga pukul 12.00 WIB, ada 107 kasus baru pasien positif Covid-19. Sehingga total ada 686 kasus pasien positif hingga hari ini, " ujar Yuri dalam konferensi pers di Graha BNPB, Selasa (24/3/2020).

Baca Juga: Virus Corona Meluas ke 24 Provinsi, Total 686 Kasus

Untuk wilayah Pulau Sumatera tinggal 4 provisi yang masih aman. Disamping Sumatera Barat, provinsi lainnya adalah Aceh, Bangka Belitung dan Bengkulu.

Batalkan 21 Penerbangan

Dalam pada itu, semenjak Senin pihak PT Angkasa Pura II (Persero) menyebutkan pihaknya sudah membatalkan 21 penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman, sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona.

"Pembatalan dilakukan oleh maskapai. Totalnya ada 42 pergerakan pesawat," kata Humas PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau Fendrick Sondra, seperti dikutip dari cnnindonesia.

Ia merinci penerbangan yang dibatalkan, yaitu Air Asia rute Kuala Lumpur-Padang dengan kode AK 403/AK 402, Padang-Kuala Lumpur AK 406/AK 407 dan AK 405/AK 404. Kemudian Lion Air rute Jakarta-Padang JT 252/JT 253, JT 233/JT 232,JT 350/JT 353, JT 250/JT 251, JT 231/JT 230,JT 258/JT 259, JT 254/JT 255, JT 256/JT 257, JT 356, JT 357.

Berikutnya Wings Air rute Padang-Gunung Sitoli, Padang-Pekanbaru, Padang-Palembang dengan kode IW 1245/IW 1246, IW 1764/IW 1761,IW 1760/IW 1765,IW 1292/IW 1293. Selanjutnya Garuda Indonesia Jakarta-Padang dengan kode GA 160/GA 163,GA 148/GA 149,GA 162/GA 165,GA 166/GA 169. Lalu Sriwijaya Air Padang-Jakarta SJ 022/SJ 023 dan Citilink Padang-Jakarta QG 1940/QG 1941.

×
Berita Terbaru Update