Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bawaslu Sumbar: Awasi ASN yang Melanggar Netralitas Pilkada

Selasa, 22 September 2020 | September 22, 2020 WIB Last Updated 2020-09-22T09:36:30Z
Bawaslu Sumbar melakukan rapat koordinasi pelaksanaan Pilkada serentak, Selasas sore (hms)

padanginfo.com-PADANG- Ketua Bawaslu Sumbar Surya Efitrimen  menegaskan agar semua pihak melaksanakan tahapan pilkada sesuai protokol kesehatan, dan akan mengawasi kalau ada ASN, TNI dan Polri yang melanggar netralitas dalam pesta demokrasi. 

"Kita tegas akan melakukan pengawasan sesuai dengan hasil keputusan DPR-RI, Medagri, Bawaslu RI dan KPU RI, semua harus melaksanakan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan semua tahapan pilkada, termasuk juga dihari pemilihan serta pasca pemilihan," tegas Surya Efitrimen.

Ia mengatakan itu  dalam  rapat koordinasi persiapan pelaksanaan, penerapan dan pengundian nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat, dengan pemprov yang diwakili Kesbangpol, Satpol PP,  Dinas Perhubungan dan Kominfo, partai politik, LO pasangan dan wartawan.

Selain ketua Bawaslu Surya Efitrimen,  rapat dihadiri  anggota  Vifner, Elly Yanti dan Nurhaida Yetti, serta sekretaris Karnalis Kamaruddin, bertempat  di aula gedung Bawaslu jalan Pramuka, Selasa (22/9/2020), sore

Dalam rapat kordinasi juga dibahas masa dan tata cara penindakan terhadap pelanggaran, yang nantinya dilakukan para calon atau lainnya, sekaitan dengan mekanisme jam kerja, termasuk dalam hal pidana pemilu.

Selain Surya Efitrimen, kordinator pengawasan Vifner menegaskan, perlunya persamaan persepsi semua pihak baik parpol, pasangan calon dan pemerintah dalam melihat netralitas dan penerapan protokol kesehatan.

"Kita harus menyamakan persepsi dalam melaksanakan protokol kesehatan pada semua tahapan sampai pasca pilkada, termasuk juga menyangkut netralitas dari ASN," ulas Vifner.

Hal senada juga disampaikan kordiv penindakan pelanggaran Bawaslu Elly Yanti, dimana penegakkan hukum dalam proses pilkada dimasa pandemi tidak semuanya berada di tangan Bawaslu, perlu pihak lain untuk bisa membantu.

Dia melihat, saat penetapan  pasangan calon dan pengundian nomor urut nanti berpotensi akan ada kerumunan massa,  sementara sudah ada aturan untuk tetap melaksanakan tatanan protokol kesehatan.

Menyangkut antisipasi adanya pelanggaran, Bawaslu telah menyiapkan langkah-langkah  pencegahan, memberi imbauan, serta membuka posko pengaduan.

"Ada 3 hal jadi bagian tugas pencegahan, pertama lakukan pengawasan yang ada dua proses dan ada tidaknya dugaan pelanggaran, ketiga soal penindakan, dengan pintu masuk bagi Bawaslu yakni laporan dan temuan," ulas Elly.

Ditambahkannya, selama ini ada beberapa hal yang dominan dengan pelanggaran, seperti kampanye hitam, money politik, serta pelanggaran lainnya.

Selain itu, ada beberapa potensi penggalaran  bisa terjadi, baik pelanggaran administrasi, pelanggaran kode etik bermuara pada DKPP, lalu ada pelanggaran tindakpidana pemilihan, jika ini terjadi maka akan diteruskan ke Polisi, kalau merupakan pidana pemilu. untuk dibuat penuntutan dan disidangkan di pengadilan umum.

"Khusus untuk dugaan pelanggaran tindak pidana pemilihan, bisa ditangani langsung oleh Bawaslu provinsi dan Bawaslu kabupaten dan kota," tambah Elly.

Selain memberikan berbagai keterangan, Bawaslu juga menerima masukan dari wakil pemerintah dan partai politik serta LO, sehingga pertemuan bisa melahirkan regulasi yang tepat dalam pengawasan.

dalam pertemuan Parpol dan LO meminta agar Bawaslu bisa melakukan tindakan tegas terhadap semua pelanggaran, baik pada ASN maupun pada parpo dan massa lainnya, sehingga tidak ada lagi saling tuding menuding

Salah seorang utusan parpol yang juga mantan anggota DPRD Sumbar Amora Lubis mengatakan, pengawasan terhadap netralitas ASN, khusunya yang berada di nagari-nagari atau tempat yang jauh dari pantauan  harus menjadi perhatian Bawaslu, termasuk masyarakat.

"Banyak masyarakat pedesaan yang sering menjadi bahan penekanan ASN untuk memilih salah satu calon, ini bukan lagi rahasia umum," tegas Amora.(ak)


×
Berita Terbaru Update