Notification

×

Iklan

Powered By Blogger

Indeks Berita

Pertumbuhan Ekonomi Sumbar 2020 Turun 1,19 Persen

Sabtu, 10 April 2021 | April 10, 2021 WIB Last Updated 2021-12-18T10:48:18Z


Usaha konveksi sebagai satu penggerak ekonomi. (foto ISN)

Padanginfo.com-PADANG- Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Barat  tahun 2020 yang ditarget sebesar 5,05 persen turun 1,19 Persen. Kondisi ini diketahui setelah melihat struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumbar menurut lapangan usaha pada tahun 2020 yang masih didominasi pada sektor pertanian sebesar 22,38 persen.

"Pandemi Covid-19 menjadi salah satu penyebab anjloknya perekonomian,” kata Mahyeldi, saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sumatra Barat Tahun 2022 di Hotel Truntum Padang, Jumat (9/4/2021).

Mahyeldi mengatakan,  kendati sektor pertanian dinilai mendominasi, namun kontribusi sektor pertanian dalam laju pertumbuhan ekonomi di Sumbar relatif menurun dari tahun ke tahun, dengan capaian pada tahun 2020 sebesar 1,19 persen.

“Ada  beberapa sektor PDRB yang cukup mengalami kontraksi yang dalam pada tahun 2020. Seperti sektor transportasi dan pergudangan minus 16,10 persen, sektor penyediaan akomodasi minus 15,95 persen, sektor perdagangan 1,14 persen, dan beberapa sektor lainnya,” jelas Mahyeldi sebagaimana dikutip Bisnis.com

Dia menyebutkan Musrenbang yang digelar kali ini merupakan rangkaian yang tidak terputus dari pelaksanaan Musrenbang yang telah dilaksanakan di masing-masing kabupaten dan kota dari tingkat Nagari/Desa/Kelurahan, Tingkat Kecamatan, Tingkat Kabupaten/Kota dan akhirnya di tingkat Provinsi. Sehingga diharapkan masukan dari para stakeholder merupakan hasil dari pelaksanaan musrenbang yang telah dilakukan sebelumnya di tingkat kabupaten dan kota.

Mahyeldi mengingatkan,  untuk tahun 2022 perlu diperhatikan untuk fokus pada 3 sektor. Ini  bukan berarti sektor-sektor lainnya diabaikan seperti sektor Pendidikan, Kesehatan, peningkatan kualitas tenaga kerja dan sektor lainnya.

“Pengendalian dan penanganan pandemi Covid 19 tetap menjadi perhatian. Seluruh pihak karena pemulihan ekonomi juga bergantung bagaimana kemampuan kita untuk mencapai Herd Imunity dengan upaya percepatan vaksinasi pada kelompok sasaran masyarakat yang telah ditargetkan,” harap Mahyeldi.(Humas/in)

 

 

Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update