Notification

×

Iklan

Powered By Blogger

Indeks Berita

Rumah Dinas Digembok, Warga Jati Usir Kepala Sekolah SMA PGAI Padang

Selasa, 06 April 2021 | April 06, 2021 WIB Last Updated 2021-04-06T08:43:19Z


Aksi warga Jati di depan Sekolah SMA PGAI Padang. Mereka menuntut mengusir Yunarlis, keluar dari rumah dinas (foto istimewa)

padanginfo.com-PADANG- Puluhan warga Jati, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Padang Timur , Kota Padang melakukan aksi demo, Selasa (6/4/2021). Mereka menuntut agar Yunarlis alias Ucok, Kepala Sekolah SMA PGAI Padang patut diusir dari rumah dinas PGAI yang ditempatnya berpuluh tahun.

Aksi yang mendapat pengawal dari aparat kepolisian Polsek Padang Timur itu berjalan tertib, dan proses belajar mengajar di sekolah itu berjalan lancar. Sebagai ungkapan rasa kesal, warga juga menggembok rumah dinas kepala sekolah,  yang  berada di depan sekolah, di Jalan H Abdullah Ahmad. Saat rumah digembok, Yunarlis bersama istri dan anak tidak berada dalam rumah.

Warga kemudian melakukan aksi ke sekolah, namun saat warga sampai di sekolah, pintu sekolah sudah dikunci. Ke  sekolah itu, warga ingin menemui Yunarlis

Aksi ini dipicu, karena Yunarlis tidak peduli lagi dengan lingkungan warga setempat. Pasalnya, warga Jati yang melamar sebagai guru di sekolah itu tidak mendapat tanggapan dari yang bersangkutan, termasuk lapangan kerja lainnya, seperti penjaga sekolah atau satpam sekolah.

Parahnya  lagi warga yang menempati tanah milik Yayasan PGAI kerap diusik-usik atau disuruh pindah saat Yunarlis terlibat dalam kepengurusan Yayasan yang lama. Selain itu, warga menolak sewa tanah yang kuitansinya ditandatangani Yunarlis. warga menilai, bukan wewenang Yunarlis yang memunggut sewa tanah milik PGAI.

"Warga menolak membayar sewa tanah karena bukan wewenang Yunarlis. Itu sebab kami melakukan aksi dan mengusir Yunarlis dari rumah dinas. Apalagi warga yang menempati tanah PGAI itu sudah turun temurun tinggal di sini . Artinya, belum ada sekolah PGAI di situ, kakek dan nenek kami telah tinggal di sini. Yunarlis harus tahu dulu sejarah tanah di lingkungan PGAI itu," ujar Edison, koordinator aksi, yang sekaligus tokoh pemuda Jati.

Selain itu, kata Edison, warga mempertanyakan aset-aset Yayasan PGAI yang disewakan kepada pedagang di jalan Perintisaan Kemerdekaan, yang diduga manajemen keuangan sewa-menyewa itu amburadul. " Pak Syamsu Djalal, selaku pembina Yayaysan PGAI yang periode sekarang telah meminta pengurus yang lama untuk mempertanggujawaban keuangan sewa aset itu, ternyata sampai sekarang belum ada laporannya yang diterima Pak Syamsu," jelas Edison

Warga juga mempertanyakan menara Telkomsel yang berdiri di lingkungan sekolah PGAI itu. Pasalnya, warga lingkungan tidak diberi tahu terkait pembangunan menara itu, "Harus ada izin dari warga lingkungan terkait pembangunan menara tersebut," tambah Edison.

Beberapa warga mengatakan, Yunarlis awalnya sebagai garin di masjid Darul Ulum, milik Yayasan PGAI, kemudian menjadi pengurus masjid hingga menjadi guru di PGAI dan terakhir menjabat kepala sekolah. (ak)




Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update