Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Abaikan Rapat Covid-19 Reza, Fadly, Hendri dan Epyardi Ditegur Mendagri

Sabtu, 18 Desember 2021 | Desember 18, 2021 WIB Last Updated 2021-12-18T02:19:00Z

Mendagri Tito Karnavian dan Gubernur Sumbar Mahyeldi saat rapat Covid-19 di Aula Gubernuran Sumbar, Jumat 17/12/2021. (Foto:Biro Adpim).

Padanginfo.com-PADANG- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegur empat orang kepala daerah di Sumatera Barat yang mengabaikan rapat  koordinasi penanganan Covid-19 di Auditorium Gubernur Sumbar, Jumat (17/12/2021).  Tito menilai keempat kepala daerah yang tidak menghadiri rapat tersebut tidak akan mengerti arahan darinya terkait percepatan vaksinasi.


Empat kepala daerah yang tidak hadir itu adalah Wali Kota Payakumbuh Riza Fahlepi,  Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran, Wali Kota Padang Hendri Septa dan Bupati Solok Epyardi Asda, 


"Saya mencatat beberapa kepala daerah tidak hadir di sini. Bupati Solok tidak hadir. Wali Kota Payakumbuh tidak datang, katanya ada acara. Wali Kota Padang Panjang, Wali Kota Padang juga enggak hadir," kata Tito pada rapat tersebut.


Menurut Tito, rapat tersebut penting untuk menentukan langkah penanganan Covid-19 dan percepatan vaksinasi.


"Saya minta tolong disampaikan kepada publik. Kita akan mengamati keseriusan kepala daerah dalam penanganan Covid-19 dan vaksinasi ini," kata Tito.


Tito mengatakan, kepala daerah harusnya mengirimkan wakil kepala daerah atau sekda ke rapat agar bisa mengambil keputusan.


"Kalau yang datang wakilnya, fine. Sekda juga masih bisa, tapi kalau yang lain, saya tahu tidak akan bisa mengambil keputusan. Yang hadir harusnya yang bisa mengambil keputusan. Kita harus bergerak cepat. Kita berharap di akhir tahun sumbar bisa mencapai 70 persen atau lebih. Ini perlu dilakukan kolaborasi dengan jajaran TNI, Polri, dan semua bergerak," katanya.


Dia menyebut para kepala daerah yang absen itu tak akan tahu apa isi rapat tersebut. Dia mengatakan arahan darinya bisa diartikan berbeda jika diteruskan oleh orang lain.


"Kalau tidak hadir, dia tidak akan tahu apa yang akan diomongkan. Yang disampaikan oleh stafnya, belum tentu sama. Yang saya sampaikan, Gubernur sampaikan, Kapolda sampaikan, Danrem sampaikan, belum tentu sama. Situasi dan kondisi tidak paham juga. Kalau tidak hadir, ya tidak mengerti," ujar Tito.


"Makanya, kalau yang hadir hanya asisten, dia tidak bisa mengambil keputusan dan apa yang saya sampaikan dan yang dia sampaikan nanti kepada kepala daerah akan berbeda,” jelas Tito. (in)


×
Berita Terbaru Update