Notification

×

Iklan

Powered By Blogger

Indeks Berita

Ini 3 Gejala yang Paling Sering Dikeluhkan Pasien Omicron RI

Rabu, 19 Januari 2022 | Januari 19, 2022 WIB Last Updated 2022-01-19T04:52:41Z

 

Foto: Infografis/ Gejala Covid-19 Varian Baru/ Edward Ricardo Sianturi

padanginfo.com-
JAKARTA-  Kementerian Kesehatan mencatat terjadi penambahan kasus varian Covid-19 varian Omicron. Ada penambahan sebanyak 66 kasus baru, sehingga total konfirmasi Omicron mencapai 572 kasus.

Lantas, bagaimana gejala yang dialami para pasien terinfeksi?


Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyebutkan tidak ada perbedaan karakteristik gejala antara pasien perjalanan luar negeri dan pasien transmisi lokal.


Nadia mengatakan bahwa sebagian besar gejala pasien Omicron adalah gejala ringan dan tanpa gejala. Gejala paling banyak yang dialami pasien adalah batuk, pilek dan demam.


"Hampir setengahnya atau sekitar 276 orang telah selesai menjalani isolasi, sedangkan sisanya 296 orang masih isolasi. Dari hasil pemantauan di lapangan, mayoritas gejalanya ringan dan tanpa gejala. Jadi belum butuh perawatan yang serius," kata Nadia dalam keterangan resmi, Jumat (14/1/2022).


Nadia mengatakan bahwa penambahan kasus Omicron dalam beberapa waktu terakhir telah berimplikasi pada lonjakan kasus harian nasional. Bahkan proporsi varian Omicron jauh lebih banyak dibandingkan varian delta.


"Dari hasil monitoring yang dilakukan, kasus probable Omicron mulai naik sejak awal tahun 2022. Sebagian besar dari pelaku perjalanan luar negeri, hal ini turut berdampak pada kenaikan kasus harian Covid-19 di Indonesia," tuturnya.


Menghadapi lonjakan kasus Covid-19, Kementerian Kesehatan akan meningkatkan pelaksanaan 3T yakni Testing, Tracing dan Treatment terutama di daerah yang berpotensi mengalami penularan kasus tinggi.


"Langkah antisipasi penyebaran Omicron telah kita lakukan dengan menggencarkan 3T terutama di wilayah Pulau Jawa dan Bali," ujarnya.


Untuk testing, Kemenkes telah mendistribusikan kit SGTF ke seluruh lab pembina maupun lab pemerintah dan memastikan jumlahnya mencukupi. Kapasitas pemeriksaan PCR dan SGTF juga diupayakan untuk dipercepat, sehingga penemuan kasus bisa dilakukan sedini mungkin.


Terkait dengan tracing, Kemenkes akan meningkatkan rasio tracing pada daerah yang jumlah kasus positifnya lebih dari 30 orang untuk mencegah penyebaran yang semakin luas.


Selanjutnya untuk treatment, Kemenkes menjamin ketersediaan ruang isolasi terpusat maupun isolasi mandiri untuk kasus gejala ringan dan tanpa gejala, sementara untuk gejala sedang dan berat telah disiapkan RS dengan kapasitas tempat tidur yang mencukupi.


Mengingat varian ini jauh lebih cepat menyebar dibandingkan varian delta, Nadia mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan 5M dan menyegerakan mendapatkan vaksinasi Covid-19.( sumber:CNBC)

Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update