Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Syafrial Kani: Kota Padang Hadapi Masalah Pendidikan dan Kesehatan

Senin, 10 Januari 2022 | Januari 10, 2022 WIB Last Updated 2022-01-14T03:54:56Z

Ketua DPRD Padang Syafrial Kani (dok)

padanginfo.com
-PADANG – Sejumlah masalah tengah melanda Kota Padamh. Pendidikan, Kesehatan, dan Kesejahteraan merupakan beberapa masalah utama yang dihadapi hari ini. Demikian dikatakan Ketua DPRD Kota Padang, Syafrial Kani Dt. Rajo Jambi, di Kecamatan Koto Tangah, Minggu (9/1).


Di salah satu  bidang terlihat dari beberapa indikator. Sebut saja program wajib belajar sembilan tahun yang sudah dicanangkan semenjak 2006. Sayangnya, sampai hari ini masih belum tuntas.


“Di saat daerah lain sudah sukses menerapkan wajib belajar dua belas tahun, kota ini belum mampu menyelesaikan wajib belajar sembilan tahun,” kata Syafrial Kani.


Di bidang infrastruktur, Padang mengalami kekurangan lokal sebanyak 500 untuk tingkat SD dan SMP. Tidak hanya itu, pendidikan untuk tingkat SLTA juga mengalami kendala. Di tengah perkembangan jumlah peserta didik setiap tahun Kota Padang tersendat dalam pembangunan sekolah baru. Sebagai contoh semenjak 14 tahun lalu tidak ada penambahan SMA baru di Kota Padang.


Demikian juga dengan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) yang sampai hari ini masih berjumlah tiga unit. Padahal sewajarnya Kota Padang memiliki minimal enam MAN.


“Kita bercita-cita untuk mewujudkan masyarakat madani. Tetapi kita tidak memiliki,” katanya, seperti dilansir topsatu.com.


Di sektor kesehatan juga ditemukan cukup banyak masalah. Salah satu kondisi yang cukup miris yang ditemukan hari ini, dari 24 puskesmas yang ada separo diantaranya tidak memiliki sertifikat. Alhasil sulit untuk meningkatkan kualitas puskesmas. Padahal, puskesmas merupakan motor utama pelayanan masyarakat di Kota Padang.


“Tanpa sertifikat akan terkendala akreditasi dan berdampak pada sulitnya upaya untuk peningkatan kualitas puskesmas,” ujar Syafrial Kani.


Di bidang kesejahteraan, salah satunya terlihat dari rentannya keluarga di Kota Padang. Berdasarkan data resmi yang diperoleh Syafrial Kani, setidaknya semenjak 2017 tingkat perceraian di Kota Padang melebihi angka dua ribu kasus setiap tahunnya. Tak dapat dipungkiri kondisi itu akan memberikan dampak yang sangat besar pada keseharian masyarakat. Buktinya, angka kejahatan, penderita HIV/AIDS, pelecehan, serta penggunaan narkoba di Kota Padang berada pada angka yang mengkhawatirkan.


“Semuanya merupakan masalah kita dan seluruh pihak harus berperan aktif dalam menyelesaikan berbagai masalah itu,” pungkas Syafriak Kani Dt. Rajo Jambi menutup pembicaraan. (ak)

×
Berita Terbaru Update