Notification

×

Iklan

Iklan

Mahasiswa Unand Ajar Bahasa Inggris bagi 34 Santri Ponpes Bismillah di Nagari Pematang Panjang

Kamis, 05 Februari 2026 | 2/05/2026 WIB Last Updated 2026-02-05T06:51:57Z



padanginfo.com-SIJUNJUNG- Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Andalas melaksanakan  melaksanakan  program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pondok Pesantren Bismillah, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.

Kegiatan yang diberi nama “English Time Literacy” itu berlangsung pada Senin, 26 Januari 2026. Sebanyak 34 santri hadir mengikuti seluruh sesi pengajaran, terdiri dari 22 santriwan dan 12 santriwati. Hanya dua santriwan yang tidak dapat hadir karena sedang sakit.

Program ini bertujuan memperkenalkan cara menyatakan dan menanyakan waktu dalam bahasa Inggris secara sederhana dan mudah dipahami. Materi utama yang disampaikan mencakup penggunaan frasa-frasa dasar berikut:

“past” yang berarti lewat (contoh: It’s five past seven = jam tujuh lewat lima menit)

“to” yang berarti kurang (contoh: It’s ten to eight = jam delapan kurang sepuluh menit)

“o’clock” yang berarti tepat pada jam (contoh: It’s nine o’clock = jam sembilan tepat)

Agar lebih menarik, Ronal menyajikan materi melalui berbagai aktivitas interaktif, di antaranya permainan tebak jam dengan gambar jam analog, latihan menuliskan waktu dalam bahasa Inggris (seperti “quarter past three”, “half past four”, “twenty to six”), serta latihan dialog sederhana seputar waktu sehari-hari. Setiap santri juga diwajibkan mencatat poin-poin penting di buku catatan pribadi untuk pengulangan di rumah.

Suasana semakin hangat ketika seorang santri bertanya dengan polos dalam bahasa Minang yang akrab, “Bang bisuk datang lik bang?” (Abang besok datang lagi ya, Bang?). Pertanyaan spontan itu langsung menjadi sorotan dan mencerminkan antusiasme serta harapan besar para santri agar kegiatan serupa dapat berlanjut.

Usai sesi pengajaran, Ronal sempat bincang santai bersama sejumlah guru dan Ibu Kepala Sekolah Pondok Pesantren Bismillah. Dari obrolan itu diketahui bahwa pesantren tersebut baru berdiri selama tiga tahun terakhir, sehingga jenjang kelas 9 (tingkat akhir SMP) baru pertama kali ada pada tahun ajaran ini.

Para guru juga menjelaskan bahwa kurikulum pesantren mencakup mata pelajaran umum seperti PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, PJOK, serta mata pelajaran lokal Budaya Alam Minangkabau. Pesantren juga telah memiliki pelajaran bahasa Inggris dasar. Namun, salah seorang guru menyatakan, “Di sini lebih berfokus ke mata pelajaran kitab,” sehingga pengajaran bahasa Inggris masih bersifat pengenalan awal dan terbatas. Banyak santri yang mengikuti program Ronal ternyata baru pertama kali mempelajari konsep telling time secara terstruktur seperti ini.

Ibu Kepala Sekolah menyampaikan ucapan terima kasih dengan hangat. “Terima kasih atas ilmunya yang telah dibagikan, Bang. Semoga ilmu ini kelak bermanfaat bagi santri-santri,” ujar beliau.

Ronal Janwar Adha menuturkan motivasi di balik kegiatan tersebut. “Saya ingin memanfaatkan ilmu yang saya pelajari di jurusan Sastra Inggris untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama anak-anak di pesantren. Walaupun materinya terlihat sederhana, pembelajaran ini sangat berguna dan menjadi fondasi penting bagi mereka dalam menguasai bahasa Inggris sehari-hari. Melihat antusiasme santri, terutama pertanyaan ‘Bang bisuk datang lik bang?’, benar-benar menjadi motivasi besar bagi saya selama masa KKN,” katanya.

Kegiatan “English Time Literacy” ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN Universitas Andalas di Nagari Pematang Panjang. Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pendekatan sederhana namun interaktif mampu membangkitkan semangat belajar bahasa asing di kalangan santri pondok pesantren yang masih dalam tahap pengembangan. (**)
×
Berita Terbaru Update