Notification

×

Iklan

Iklan

Pekan Kebudayaan Daerah Sumbar 2026 Ditabuh, Ahmad Zakri:Generasi Muda Diminta Mengenal Kembali Kesenian Tradisionil Minang

Selasa, 29 September 2026 | 9/29/2026 WIB Last Updated 2026-09-29T01:32:19Z



Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, Ahmad Zakri, saat konferensi pers di Gedung Dinas Kebudayaan Sumbar, Senin (28/9/2026). 


padanginfo.com-PADANG- Pekan Kebudayaan Daerah 2026 kembali ditabuh meski sempat tertunda selama dua tahun. Berbagai pertunjukan seni bakal memberi semangat dan dorong generasi muda untuk mengenal kembali kesenian tradisionil Minang Kabau yang beragam-ragam kepada generasi muda.

Belakangan ini generasi muda hanyut dengan kesenian kontemporer, sehingga mengabaikan akar seninya yang berasal dari Minang. Dengan demikian, mereka harus mengenal dan ikut mempromosikan kesenian minang itu 

Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Sumatera Barat (Sumbar) dengan tema besar Saraso Fest 2026 digelar selama sepekan (sejak 28 September hingga 3 Oktober 2026) di Taman Budaya Sumatera Barat, Padang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, Ahmad Zakri, saat konferensi pers di Gedung Dinas Kebudayaan Sumbar, Senin (28/9/2026) menyebutkan, festival ini menghadirkan beragam seni tradisi, pertunjukan kontemporer hingga ruang kreativitas bagi generasi muda.


"Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat yang jatuh pada 1 Oktober 2026, sekaligus menyambut Hari Kebudayaan pada 17 Oktober 2026. Saraso Fest dirancang sebagai ruang bagi masyarakat untuk mengenal, merawat dan mengembangkan kebudayaan daerah,"sebut Zakri sambil mengajak seluruh warga untuk ramaikan festival ini.

Tampak hadir dalam konferensi pers, Kepala UPTD Taman Budaya Sumatera Barat M Devit dan Kepala Seksi Produksi dan Kreasi Seni Budaya UPTD Taman Budaya Sumatera Barat Ade Efdira.


Dijelaskan Zaki, kegiatan kali ini mengusung tema "Menghidupkan Rasa, Menajamkan Makna, Mengasah Talenta Muda", festival tersebut tidak hanya menampilkan seni tradisi, tetapi juga membuka ruang bagi karya seni masa kini dan kreativitas pelajar.


Scroll kebawah untuk lihat konten
Saraso Fest dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik BOP Taman Budaya dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Presentasi Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya.

Ahmad Zakri menyebut pelaksanaan festival diarahkan untuk menjadikan UPTD Taman Budaya Sumatera Barat sebagai "etalase hidup" sekaligus "bengkel kreatif" bagi kebudayaan.


Ada empat tujuan utama yang diusung dalam kegiatan tersebut, yakni melestarikan tradisi dan memperkuat jati diri daerah, membina bakat serta kreativitas generasi muda, menggerakkan ekonomi kreatif melalui keterlibatan UMKM, dan membuka ruang kolaborasi serta diplomasi budaya.

Selama pelaksanaan festival, masyarakat dapat menyaksikan berbagai kesenian tradisional dari sejumlah daerah di Sumatera Barat dan Kepulauan Mentawai.(ak)

×
Berita Terbaru Update