Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Murid SD Batu Palano Lakukan Simulasi Siaga Bencana

Selasa, 24 April 2018 | April 24, 2018 WIB Last Updated 2018-04-24T09:49:23Z
Padang Info.com - AGAM - Yel-yel kesiapsiagaan bencana 'awak siap, awak salamaik' menggema dalam latihan simulasi gempa bumi di SD Negeri 09 Batu Palano Kecamatan Sungai Pua.

Sebagai salah satu sekolah sering terkena dampak gempa dengan skala sedang, Senin (23/4) di Batu Palano, dilaksanakan latihan yang dipandu langsung pengawas sekolah Sungai Pua bersama kepala sekolah Yurizal dan majelis guru disekolah itu.
    
Kepala bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Agam Yunaidi.S bersama Kasi pencegahan Martiyas menyarankan untuk disetiap sekolah perlu latihan simulasi gempa yang langsung saat siswa berada dalam kelas.

"Latihan simulasi yang dilaksanakan rangka memperingati hari Kesiapsiagaan Bencana tahun 2018, sekaligus memasyarakatkan perlunya kesiapsiagaan bagi setiap diri, keluarga dan komunitas. yang digelar di sekolah yang sering merasakan getaran dampak gempa," ujarnya.

Kegiatan HKB 2018 melalui sekolah dilaksanakan di sekolah yang ada di Agam bertujuan untuk meminimalisir dampak bencana yang terjadi di Kabupaten Agam, terutama dikalangan pelajar.

Hal ini dilakukan untuk memberikan peringatan dan pelajaran kepada para siswa dan guru, terkait bagaimana cara penanggulangan bencana gempa jika terjadi di suatu wilayah saat anak berada di sekolah. Apalagi Kabupaten Agam merupakan daerah rawan bencana.

“Untuk tanggap darurat bencana semua unsur dilibatkan, termasuk siswa dan guru sebagai masyarakat sekolah. Jadi BPBD hanya memfasilitasi,” jelasnya. 
 
Diharapkannya disetiap sekolah dapat membentuk kelompok siaga bencana sekolah, nantinya dapat berkolaborasi dengan kegiatan ekstrakurikuler PMR, pramuka yang aktifitas membantu temannya saat terkena dampak gempa dan bencana lainnya di sekolah.

Kepala SDN 09 Batupalano Yurizal SPd berterimakasih atas latihan simulasi yang diberikan oleh BPBD Agam, mengingat sekolah dua blok atas dan bawah. Saat gempa terjadi siswa langsung berlarian dengan melampaui dua atau tiga anak tangga. "Hal ini mengkhawatirkan siswa terjatuh dan memang ada yang jatuh saat berlarian keluar kelas," ungkapnya.(yun)
×
Berita Terbaru Update