Catatan Gusfen Khairul
(Wartawan Senior)
padanginfo.com-Hari ini Selasa 20 Januari 2026, tepat 100 hari berpulangnya seorang sahabat baik, Indra Sakti Nauli. Mak In atau ISN, begitu kami orang-orang terdekat memanggilnya, meninggal pada Senin 13 Oktober 2025 pukul 19.37 WIB di RSUD dr. Rasidin Kota Padang. Al Fatihah, amin ya rabbal alamin.
Persahabatan saya pribadi dengan ISN sudah cukup lama, sejak awal tahun 1980-an. Ketika itu kami sama-sama menjadi adik-adik dari Asbon Budinan Haza (Alm) di Sanggar Pasamayan, Taman Budaya Padang. Kami juga sering tidur di bangku-bangku sanggar. Atau makan sebungkus nasi bersama-sama di ruang sanggar.
Banyak kisah kami, saya dan ISN ini. Tidak akan terlupakan. Bagaimana kenangan hidup di Taman Budaya, sama-sama meliput berita, selalu jalan kaki Pp Taman Budaya ke Harian Singgalang, sama-sama jadi fans Radio Arbes hingga kemudian sayapun pernah bekerja di radio yang selalu di hati itu, sama-sama di PWI dan telah menikmati perjalanan jurnalistik bersama ke banyak provinsi hingga ke Malaysia.
Kemudian kami juga sama-sama menjadi wartawan di Harian Singgalang, mendirikan Padang Press Club, mengelola Majalah Balega Semen Padang, mengelola Mingguan Marapi, sama-sama Pengurus Forum Editor, Forum Bahasa Media Massa, bersama di Mingguan Target dan terakhir sama-sama Pengurus DHD BPK-45 Sumatera Barat.
Satu hal yang menjadi ikon dari ISN adalah kepeduliannya kepada sahabat. Selalu care. Selalu memikirkan masalah yang dihadapi temannya meskipun dia juga sedang punya kerjaan atau masalah juga. Mau mengurus, gitu! Bahkan dalam keadaan tidak berpunya pun ia masih memiliki ruang untuk membantu. Itu sangat terasa dalam berpuluh tahun persahabatan saya dengan ISN sejak awal di Taman Budaya, hingga saya bekerja sebagai wartawan profesional dan ketika kami sudah sama-sama menjalani hidup berumah tangga.
ISN juga seorang penengah, juara netral. Dalam perdebatan kepentingan antara beberapa teman, ia selalu memberikan jalan keluar yang samo elok. Tidak memihak. Mungkin dengan sikap Mak In yang lunak dan bersahaja, teman yang tadinya keras angap langsung setuju. Termasuk dalam membagi pun sikap itu terbawa juga, kadang Mak In yang netral justru dapat pembagian lebih banyak, he.. he..
ISN memang tidak lagi sebatas teman seperjuangan, sahabat sangat baik saya, sudah seperti saudara kandung. Benar-benar saudara. Sasakik sasanang dan nyaris tidak ada rahasia antara kami dalam berbicara soal kehidupan ini. Bahkan anak bujang saya, Gilang Gradhiolla Gusvero sudah jadi "anak" ISN sejak ia masih bocah. Begitupun hubungan ISN yang happy dengan istri saya dan semua anak-anak saya.
Bahkan dalam sebuah grup WA New Dilan Boy Band, yang berisi enam orang sahabat; Saya, Khairul Jasmi (Kj), Indra Sakti Nauli, Asril Koto, Nasrul Azwar dan Aldian, kami tidak henti bercengkrama tiap hari. Biasanya pagi atau malam selepas semua aktifitas selesai. Jelang tidur, kami lepaskan segala uneg-uneg di grup WA New Dilan dengan segala cerita lucu-lucu, sedih, serius dan gembira. Mak In paling juara soal lucu-lucu, nomor dua baru Kj. Kalo soal bayar-bayar baru Kj nomor satu, saya nomor dua. Kalo konsep ka konsep, Mak Naih Nasrul Azwar nomor satu dan Aldian nomor duonyo. Kalo soal puisi mamuisi Asril Koto nomor satu, nomor dua Asril Koto juga dan nomor tiga dia juga lagi.
Satu rencana yang urung kami wujudkan adalah New Dilan Boy Band jalan-jalan keliling Danau Toba dilanjutkan bermalam di kampung ISN di Sibolga. Sebuah perjalanan nostalgia yang akan jadi kenang-kenangan indah rencananya. Tapi itu tak jadi.
Dan satu hal yang jadi nyata kini, grup WA New Dilan Boy Band sunyi. Pernah beberapa hari, bahkan bisa seminggu, tidak ada satu pun percakapan di dalamya. Sesuatu yang tidak pernah terjadi ketika ISN ada di dalam grup WA itu. Kesunyian yang hadir setelah kepergian ISN. Sunyi dihati kami para sahabatnya.
Kini sudah 100 hari lamanya ISN pergi untuk selamanya. Helma Tuti istrinya tentu merasakan sepi yang tidak terpanai, pasti lebih dari yang kami rasakan. Semoga kesepian itu dapat diisi dengan rapal-rapal doa dan meneruskan hal-hal baik yang telah pernah ditorehkan oleh ISN. Insya Allah.
Semoga sahabat baik ambo ISN tenang di sorga Allah SWT. Ambo doakan sahabat senang, bahagia dengan kubur yang lapang dan sejuk. Amin ya rabbal alamin...
Kami semua sahabat-sahabat Mak In juga pasti akan menyusul pulang ke kampung yang abadi itu..
Padang, 20 Januari 2026.