padanginfo.com-SIJUNJUNG- Mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Andalas menyelenggarakan program edukasi bertajuk Apoteker Cilik: Pengenalan Pengelolaan Obat Aman (DAGUSIBU) pada Anak Sekolah.
Program ini dirancang sebagai ruang belajar yang edukatif, kreatif, dan menyenangkan untuk mengenalkan konsep penggunaan obat yang aman, benar, dan bertanggung jawab kepada anak-anak, khususnya siswa kelas V dan VI. Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami bahwa obat merupakan sediaan yang memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan apabila digunakan sesuai aturan, serta dapat menimbulkan dampak yang merugikan apabila digunakan secara sembarangan.
Kehadiran program APOCIL menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa Farmasi Universitas Andalas dalam mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok usia sekolah.
Program APOCIL dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026, bertempat di SDN 23 Pematang Panjang. Kegiatan diawali dengan sosialisasi sebagai tahap pengenalan program kepada siswa. Pada sesi ini, mahasiswa menyampaikan materi edukasi yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman anak-anak dengan menggunakan konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat). Konsep ini dipilih karena mampu memberikan pemahaman yang sederhana namun menyeluruh mengenai cara memperoleh obat dari tempat yang tepat, menggunakan obat sesuai aturan pakai, menyimpan obat agar kualitasnya tetap terjaga, serta membuang obat yang sudah tidak layak pakai dengan cara yang benar.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui penjelasan singkat, sesi tanya jawab, diskusi ringan, serta contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dengan metode ini, siswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Suasana belajar yang santai dan menyenangkan diharapkan mampu membantu siswa memahami materi dengan lebih baik serta menumbuhkan ketertarikan terhadap topik kesehatan.
Rangkaian kegiatan APOCIL meliputi pengenalan singkat mengenai profesi apoteker dan perannya dalam pelayanan kesehatan, dilanjutkan dengan pemaparan materi DAGUSIBU, serta simulasi praktik sederhana berupa melipat kertas puyer dan menggerus obat. Simulasi ini bertujuan memberikan gambaran awal kepada siswa mengenai proses pengolahan obat yang dilakukan secara hati-hati dan aman. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi permainan edukatif yang dirancang untuk menilai sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan.
Selama pelaksanaan program, siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Antusiasme paling terlihat saat siswa mengikuti simulasi menggerus obat, melipat kertas puyer, serta saat mengikuti permainan edukatif. Siswa tampak aktif bertanya, mencoba praktik secara langsung, serta berlomba-lomba menjawab pertanyaan yang diberikan oleh mahasiswa.
Program APOCIL diikuti oleh 25 siswa SD kelas V dan VI. Pada akhir kegiatan, dipilih dua orang siswa sebagai Apoteker Cilik, yang terdiri atas satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan. Pemilihan tersebut didasarkan pada keaktifan siswa selama kegiatan, kemampuan menjawab pertanyaan, serta pemahaman terhadap materi yang telah diberikan.
Kegiatan ini berada di bawah tanggung jawab Aisha Fadhillah Albiyu, mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Andalas. Aisha menyampaikan bahwa dirinya merasa bersyukur, senang, dan bangga dapat melaksanakan program APOCIL dengan baik. Ia juga merasa terharu melihat antusiasme siswa serta semangat mereka dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, sehingga kegiatan ini menjadi pengalaman yang berkesan baginya.
Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan mengapresiasi kontribusi mahasiswa Farmasi Universitas Andalas. Salah satu perwakilan pihak sekolah menyampaikan, “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran mahasiswa Farmasi Universitas Andalas yang telah memberikan edukasi mengenai penggunaan obat kepada siswa kami. Kegiatan ini sangat bermanfaat, membantu anak-anak memahami sejak dini bagaimana menggunakan obat dengan benar. Kami berharap setelah APOCIL ini, anak-anak jadi lebih paham tentang obat-obatan dalam kehidupan sehari-hari.”
Melalui program Apoteker Cilik (APOCIL), mahasiswa Farmasi Universitas Andalas tidak hanya menghadirkan kegiatan edukatif, tetapi juga berupaya menanamkan nilai kepedulian terhadap kesehatan sejak usia dini.
Diharapkan, pengetahuan yang diperoleh siswa dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah, serta menjadi dasar dalam membentuk kebiasaan menggunakan obat secara benar dan bertanggung jawab. Program ini sekaligus menjadi langkah awal dalam menciptakan generasi muda yang sadar akan pentingnya kesehatan, memiliki sikap bijak terhadap penggunaan obat, serta mampu menjadi agen perubahan kecil di lingkungan sekitarnya. Ke depan, APOCIL diharapkan dapat terus dikembangkan dan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari kontribusi nyata mahasiswa Farmasi Universitas Andalas dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.(***)