Notification

×

Iklan

Iklan

Mahasiswa KKN Psiikologi Unand Gelar Program Psikoedukasi Pengasuhan Anak di Era Digital

Kamis, 05 Februari 2026 | 2/05/2026 WIB Last Updated 2026-02-05T02:01:06Z

padanginfo.com-SIJUNJUNG- Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah merambah ke berbagai aspek kehidupan masyarakat tanpa mengenal batas usia. Saat ini, anak-anak usia balita dan usia dini pun telah akrab dengan penggunaan gawai dalam kehidupan sehari-hari. 

Kemajuan teknologi tersebut ibarat pisau bermata dua, yang di satu sisi memberikan dampak positif, namun di sisi lain berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap tumbuh kembang anak apabila tidak digunakan secara bijak.

Menyikapi kondisi tersebut, mahasiswa Psikologi Universitas Andalas melaksanakan program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) berupa kegiatan psikoedukasi pengasuhan anak di era digital dengan tema “Dampak Screen Time terhadap Perkembangan Anak”. Kegiatan ini dilaksanakan di Pustu Jorong Pondok Jago, Nagari Pematang Panjang, Kabupaten Sijunjung, pada Rabu (7/1/2026). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bapak Wali Nagari Pematang Panjang, Mulyadi, S.Pd., beserta perangkat nagari lainnya. 

Kegiatan psikoedukasi ini ditujukan kepada para ibu yang memiliki anak usia balita dan anak usia dini. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai penggunaan gawai pada anak serta dampaknya terhadap perkembangan kognitif, bahasa, sosial, emosional, dan perilaku anak.

Materi psikoedukasi disampaikan oleh mahasiswa Psikologi Universitas Andalas, Siti Aisyah Nur Syifa. Aisyah mengemukakan bahwa psikoedukasi ini dinilai penting mengingat semakin banyak anak usia balita dan usia dini yang telah mengenal gawai, sementara pada usia balita merupakan golden age atau masa keemasan perkembangan anak yang berlangsung sangat pesat dan membutuhkan stimulasi yang tepat. Penggunaan screen time yang berlebihan, dapat berdampak pada berbagai aspek perkembangan anak, mulai dari perkembangan fisik, kognitif, sosial-emosional, hingga perilaku. Oleh karena itu, orang tua perlu dibekali pengetahuan yang memadai agar mampu mengelola penggunaan teknologi digital secara bijak dalam pengasuhan.

Kegiatan psikoedukasi ini berlangsung secara interaktif dan mendapat sambutan positif dari para peserta. Para ibu terlihat antusias mengikuti kegiatan serta aktif berbagi pengalaman terkait kebiasaan anak dalam menggunakan gawai di rumah. Beberapa peserta mengungkapkan bahwa anak cenderung lebih tenang ketika diberikan telepon genggam, terutama saat orang tua mengerjakan pekerjaan rumah. Selain itu, keterbatasan teman bermain di lingkungan sekitar turut menjadi alasan penggunaan gawai pada anak.

Aisyah menyampaikan bahwa masih banyak orang tua yang belum memahami pengertian screen time maupun batasan durasi penggunaan gawai yang dianjurkan bagi anak. Sejumlah ibu juga mengaku mulai merasakan dampak negatif dari penggunaan gawai berlebihan, seperti anak sulit dipanggil saat bermain gawai dan munculnya tantrum ketika gawai diambil.

Pada sesi akhir kegiatan, para peserta menyatakan komitmen untuk mulai mengurangi dan membatasi durasi screen time anak, minimal satu jam per hari. Meski sebagian orang tua mengaku masih mengalami kendala dalam penerapannya, secara umum peserta menunjukkan peningkatan kesadaran serta keinginan untuk memperbaiki pola pengasuhan setelah mengikuti kegiatan tersebut.

Selain membahas screen time, Aisyah juga menekankan pentingnya aktivitas bermain sebagai alternatif untuk mengurangi penggunaan gawai pada anak. Anak dianjurkan untuk diberikan permainan yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangannya. Pendampingan orang tua saat anak bermain dinilai penting karena dapat mendukung perkembangan anak sekaligus memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak.

Melalui kegiatan ini, Aisyah berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya orang tua, mengenai pentingnya pengelolaan screen time secara bijak guna mendukung tumbuh kembang anak yang optimal di era digital.(**)
×
Berita Terbaru Update