padanginfo.com-SIJUNJUNG-Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (UNAND), gelar sosialisasi pemanfaatan jerami padi amoniasi sebagai pakan ternak ruminansia di Jorong Kambuik Koman, Nagari Pematang Panjang, Kabupaten Sijunjung. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 24 Januari 2026, bersama Kelompok Tani Citra Tani dan dihadiri oleh perangkat jorong serta peternak setempat.
Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam memanfaatkan limbah pertanian, khususnya jerami padi, agar memiliki nilai gizi lebih tinggi dan dapat digunakan sebagai pakan alternatif bagi ternak ruminansia seperti sapi, kambing, dan domba.
Jerami padi yang selama ini melimpah di wilayah Pematang Panjang umumnya hanya dibakar atau dibiarkan menumpuk sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Melalui teknologi amoniasi, jerami padi dapat diolah dengan penambahan amonia (NH₃) sehingga kandungan proteinnya meningkat hingga 12–15 persen, lebih mudah dicerna ternak, serta mampu menekan biaya pakan.
Sosialisasi ini diikuti oleh anggota Kelompok Tani Citra Tani yang berjumlah sekitar 25 orang, di mana sebagian besar merupakan peternak ruminansia. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian jerami amoniasi, manfaatnya bagi ternak, serta dampaknya terhadap efisiensi biaya pakan dan peningkatan produktivitas ternak.
Peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan dan turut mencoba langsung proses penyemprotan larutan amonia. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa penggunaan jerami padi amoniasi berpotensi menurunkan biaya pakan hingga 30 persen serta meningkatkan pertambahan bobot badan ternak dalam beberapa bulan pemeliharaan.
Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari program kerja KKN yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang tersedia di lingkungan sekitar. Melalui kegiatan ini, diharapkan peternak dapat mengolah jerami padi yang selama ini kurang dimanfaatkan menjadi pakan ternak dengan nilai gizi yang lebih baik, sehingga mampu menunjang peningkatan kesejahteraan peternak secara berkelanjutan.
Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, diharapkan teknologi pengolahan jerami padi amoniasi dapat dipahami dan diterapkan secara lebih luas oleh masyarakat. Penerapan teknologi tersebut diharapkan mampu mendukung pengembangan sektor peternakan yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.