Notification

×

Iklan

Iklan

Berpikir Kreatif Tidak Membatasi Kemungkinan Ide

Sabtu, 07 Maret 2026 | 3/07/2026 WIB Last Updated 2026-03-07T12:22:40Z



padanginfo.co.-PADANG PANJANG-— Komunitas Seni Kuflet menggelar diskusi rutin (7/3/2026). Kali ini, Kuflet menghadirkan  alumninya, Dr. Adri Yandi, S.Sn., M.Sn., Seniman sekaligus dosen Jurusan Televisi dan Film, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), ISI Padangpanjang materi bertajuk “Unlock Infinity: Strategi Kreatif Bebas Batas.” Dr. Adri Yandi, S.Sn., M.Sn., menyampaikan perihal perjalanannya bergabung dengan Komunitas Seni Kuflet. Dari pengalaman tersebut kemudian mengarahkan pembahasan pada konsep creative thinking atau cara berpikir kreatif yang tidak membatasi kemungkinan ide. Papar Ketua Komunitas Seni Kuflet Nofal Dwi Saputra.

Adri Yandi membuka diskusi dengan menanyakan kepada peserta alasan mengapa seseorang perlu berpikir kreatif. 

Salah satu peserta, Aji langsung menjawab,  creative thinking penting agar ide tidak mengalami kebuntuan atau yang sering disebut dalam dunia desain sebagai art block. Ujarnya. 

Narasumber Dr. Adri Yandi, S.Sn., M.Sn mengatakan, Kesatuan dalam seni. Awalnya saya tidak sepenuhnya percaya bahwa semua cabang seni memiliki kesamaan. Namun setelah bergabung di Komunitas, saya menemukan jawabannya. Percaya tidak bahwa seni itu sebenarnya sama, hanya mediumnya yang berbeda. Musik, film, dan lukis serta teater memiliki pola yang serupa. Ujarnya Dosen TV dan Film yang memiliki kemampuan melukis dan Kriya Seni.

Peserta diskusi Windi, mengajukan pertanyaan tentang bagaimana membuat konten yang berbeda dari orang lain. 

Adri mengatakan,  Pentingnya memperluas cara pandang dalam proses kreatif. Contohnya ketika seseorang diminta membuat konten promosi hotel, seorang kreator tidak seharusnya berpikir terbatas hanya pada hotel itu sendiri, melainkan melihat kemungkinan lain yang lebih luas agar ide yang muncul menjadi lebih segar dan unik. Paparnya.

Adri mengajak peserta untuk mempraktikkan konsep tersebut,  membagikan kertas dan meminta peserta menuliskan kata-kata yang berkaitan dengan satu kata utama. Awalnya peserta masih menulis kata yang berhubungan langsung. Namun setelah  tidak terpaku pada kata pertama, berbagai kata yang lebih bebas dan tidak terduga mulai bermunculan. Ujarnya.

Adri sembari mengenang masa-masanya saat masih menjadi anggota Kuflet. Ia mengaku dulu merupakan pribadi yang introvert, namun melalui aktivitas di komunitas belajar untuk lebih aktif berbicara dan menyampaikan gagasan di depan orang lain. Banyak batasan yang sebenarnya hanya ada di pikiran manusia. Hal-hal yang kita kira memiliki batas sebenarnya bisa kita hancurkan batasnya.  Ujarnya.

Pendiri Komunitas Seni Kuflet Dr. Sulaiman Juned, S.Sn., M.Sn., mengatakan, Kita sengaja menghadirkan alumni dalam diskusi kali ini, dan ternyata diskusi berlangsung santai namun penuh antusiasme. Kehadirannya sebagai alumni Komunitas Seni Kuflet mampu memberikan inspirasi tersendiri bagi adik-adiknya yang aktif berkegiatan di Kuflet. Tutur Sastrawan dan sutradara teater itu. (Teuku Avaruk)
×
Berita Terbaru Update