Notification

×

Iklan

Iklan

Ini Penjelasan Dirut Perumda Air Minum Padang Buka Suara soal Air Keruh

Rabu, 26 Agustus 2026 | 8/26/2026 WIB Last Updated 2026-08-26T09:55:39Z



Dirut Perumda Air Minum Padang Buka Suara soal Air Keruh dan Tuntutan Dicopot

Perbaikan salah satu intake Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Padang yang rusak akibat dihantam air bah 

padanginfo.com-PADNAG- Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Dirut Perumda) Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, buka suara terkait aksi unjuk rasa Garda Muda Merah Putih yang menyoroti kualitas air, pelayanan pelanggan hingga tarif air, Senin (24/8/2026) 

Hendra mengatakan, pihaknya masih berupaya memperbaiki kualitas pelayanan kepada pelanggan. Menurut dia, sejumlah pekerjaan perbaikan masih berlangsung setelah bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir 2025 berdampak terhadap infrastruktur pengolahan dan distribusi air Minuman

"Hingga saat ini kami masih berjibaku siang dan malam untuk memperbaiki kualitas pelayan kami pada pelanggan," kata Hendra kepada Sumbardaily.com via pesan singkat.

Ia menjelaskan, bencana hidrometeorologi pada akhir 2025 menyebabkan bagian intake Perumda Air Minum Kota Padang mengalami kerusakan.

Kondisi tersebut kemudian berdampak terhadap proses pengolahan air karena instalasi harus mengolah air yang bercampur lumpur dan sedimen dengan tingkat kepekatan sangat tinggi.

"Pasca bencana hidrometrologi pada akhir tahun 2025 lalu, menyebabkan intake kami hancur dan pengolahan harus mengolah air yang bercampur lumpur atau sedimen yang sangat pekat," ujarnya.

Menurut Hendra, dampak kerusakan tersebut belum sepenuhnya selesai ditangani. Perbaikan dilakukan secara bertahap, mulai dari intake, jaringan distribusi hingga berbagai infrastruktur pendukung lainnya.

Hendra mengatakan, proses pembenahan masih berlangsung dan ditargetkan terus dikerjakan hingga akhir tahun. Salah satu infrastruktur yang saat ini masih dikebut adalah accelator IPA Gunung Pengilun.

Perbaikan fasilitas tersebut dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) melalui Hutama Karya. Hendra berharap pekerjaan itu dapat rampung dalam waktu sekitar satu bulan sehingga distribusi air kepada pelanggan dapat kembali normal.

Hendra kembali menegaskan bahwa Perumda Air Minum Kota Padang saat ini belum melakukan penyesuaian tarif. Persoalan tarif menjadi salah satu poin yang disinggung massa dalam aksi unjuk rasa tersebut.

Hendra juga menanggapi keluhan masyarakat mengenai kualitas air. Massa sebelumnya menyebut menerima keluhan pelanggan terkait air yang dialirkan ke rumah dalam kondisi keruh dan berbau.

Menurut Hendra, setiap pengaduan pelanggan yang disampaikan kepada Perumda Air Minum Kota Padang selalu ditanggapi dan ditindaklanjuti di lapangan.

Namun, ia meminta pelanggan memberikan identitas layanan secara lengkap agar petugas dapat melakukan pengecekan secara lebih cepat dan tepat.

"Untuk seluruh pengaduan pelanggan yang disampaikan, selalu kami tanggapi dan tindaklanjuti di lapangan, namun kami berharap pelanggan dapat memberjkan nomor id pelanggan dan nomor telepon yang bisa dihubungi, agar kami dapat menindaklanjuti dengan cepat dan tepat sasaran," katanya.

Sementara itu, terkait tuntutan massa yang meminta dirinya mundur atau dicopot dari jabatan Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra memilih tidak memberikan komentar. (*)


×
Berita Terbaru Update