Notification

×

Iklan

Iklan

Kadis Kominfo Padang Tampung Aspirasi Penyandang Disabilitas Netra

Sabtu, 07 November 2026 | 11/07/2026 WIB Last Updated 2026-11-07T09:32:14Z


Kadis Kominfoto Padang Tomy TRD Bersama Tuna Netra Terima Audensi Pertuni.(foto:Hms)

padanginfo.com-PADANG- – Kesetaraan dalam mengakses informasi dan layanan publik bukan sekadar persoalan teknologi, melainkan juga menyangkut hak setiap warga negara untuk memperoleh pelayanan secara mandiri. Semangat itulah yang mengemuka dalam audiensi Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) DPC Kota Padang bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Padang, Jumat (6/11/2026).


Dalam pertemuan di Kantor Diskominfo Kota Padang tersebut, Ketua DPC Pertuni Kota Padang, Sugiyanto, bersama sejumlah perwakilan organisasi menyampaikan aspirasi mengenai pentingnya layanan informasi dan komunikasi pemerintah yang ramah bagi penyandang disabilitas netra.


Kepala Diskominfo Kota Padang, Tommy TRD, menyambut baik kedatangan rombongan Pertuni. Ia menegaskan, masukan dari komunitas penyandang disabilitas menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kota Padang yang inklusif, sesuai cita-cita Wali Kota Padang Fadly Amran.


Salah satu persoalan utama yang disoroti adalah aksesibilitas aplikasi Padang Mobile. Menurut Pertuni, sejumlah fitur dalam aplikasi layanan digital tersebut belum dapat diakses secara optimal menggunakan teknologi pembaca layar atau screen reader yang digunakan penyandang tunanetra.


Kendala tersebut terutama ditemukan pada layanan administrasi kependudukan, termasuk penggunaan CAPTCHA yang belum sepenuhnya kompatibel dengan teknologi pembaca layar.


Akibatnya, penyandang disabilitas netra masih mengalami hambatan ketika hendak mengakses layanan pemerintahan secara mandiri melalui perangkat digital.


Sugiyanto berharap Pemerintah Kota Padang dapat melakukan penyempurnaan terhadap sistem layanan digital agar seluruh masyarakat, tanpa terkecuali, memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pelayanan publik.


"Kami berharap seluruh layanan digital Pemerintah Kota Padang, terutama Padang Mobile, bisa diakses oleh penyandang tunanetra. Ada beberapa layanan yang belum terbaca oleh aplikasi pembaca layar, termasuk CAPTCHA. Mudah-mudahan ke depan bisa dicarikan solusi agar kami juga bisa mengakses layanan tersebut secara mandiri," ungkap Sugiyanto.


Ia menjelaskan, Pertuni DPC Kota Padang saat ini memiliki 108 anggota. Jumlah tersebut menjadi pengingat bahwa kebutuhan aksesibilitas bukan persoalan segelintir orang, melainkan bagian dari kebutuhan masyarakat yang harus mendapatkan perhatian pemerintah.


Sugiyanto juga mengapresiasi penerimaan Diskominfo Kota Padang terhadap aspirasi yang disampaikan dalam audiensi tersebut.


"Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan aspirasi teman-teman tunanetra di Kota Padang. Alhamdulillah, kami diterima dengan baik oleh Kepala Dinas Kominfo beserta jajaran, dan apa yang menjadi kebutuhan kami juga sudah dicatat," katanya.


Menanggapi berbagai masukan tersebut, Tommy TRD memastikan pihaknya akan menindaklanjuti persoalan aksesibilitas layanan digital, khususnya fitur Padang Mobile yang belum dapat dibaca secara optimal oleh aplikasi pembaca layar.


"Kunjungan dan aspirasi dari Pertuni DPC Kota Padang sangat penting untuk Kota Padang yang inklusif sesuai cita-cita Bapak Wali Kota. Masukan yang disampaikan menjadi perhatian bagi kami, terutama terkait bagaimana layanan informasi dan komunikasi pemerintah bisa semakin mudah diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk teman-teman penyandang disabilitas netra," ujar Tommy.


Ia menambahkan, persoalan aksesibilitas Padang Mobile akan menjadi perhatian Diskominfo untuk ditindaklanjuti agar layanan digital pemerintah semakin mudah digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat.


"Terkait Padang Mobile, masukan mengenai layanan yang belum terbaca oleh aplikasi pembaca layar akan kami tindak lanjuti. Kami juga siap membantu menyosialisasikan keberadaan dan kegiatan Pertuni melalui kanal Diskominfo," katanya.


Selain persoalan teknologi, audiensi tersebut turut membahas pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keberadaan, aktivitas, serta kemampuan penyandang disabilitas netra.


Diskominfo Kota Padang menyatakan kesiapan membantu menyebarluaskan informasi mengenai Pertuni melalui konten di media sosial resmi Pemerintah Kota Padang. Langkah ini diharapkan dapat memperluas pengenalan masyarakat terhadap organisasi sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih besar bagi penyandang disabilitas netra.


Tidak hanya menyangkut akses informasi, pertemuan itu juga membicarakan peluang pemberdayaan ekonomi anggota Pertuni.


Salah satu gagasan yang disampaikan adalah penyediaan stan jasa pijat tunanetra pada kegiatan pemerintah daerah maupun bazar UMKM di Kota Padang. Peluang tersebut diharapkan dapat menjadi wadah promosi sekaligus membuka kesempatan usaha bagi anggota Pertuni.


Tommy menyambut positif usulan tersebut dan menyatakan akan meneruskannya kepada organisasi perangkat daerah terkait agar dapat dipertimbangkan dalam kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Padang.


"Untuk permintaan stan pijat dari Pertuni pada bazar UMKM atau kegiatan yang dilakukan oleh Pemko Padang akan kami teruskan kepada dinas terkait. Insya Allah bisa didukung bersama," tuturnya.


Audiensi ini menjadi langkah awal memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan komunitas penyandang disabilitas netra. Harapannya, pembangunan Kota Padang tidak hanya menghadirkan kemajuan infrastruktur dan teknologi, tetapi juga memastikan setiap warga memiliki kesempatan yang setara untuk memperoleh informasi, mengakses pelayanan publik, dan mengembangkan potensi ekonomi.


Sebab, kota yang benar-benar inklusif bukan hanya kota yang menyediakan fasilitas bagi semua orang, melainkan kota yang memastikan tidak seorang pun tertinggal dalam menikmati pelayanan dan kesempatan yang tersedia.(**)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update