Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pengakuan Teman: Di Sekolah Indra Catri Nakal tapi Juara Kelas

Sabtu, 24 Oktober 2020 | Oktober 24, 2020 WIB Last Updated 2020-10-24T03:56:21Z
Si Nakal Indra Catri bertemu dengan teman SD, setelah 45 tahun tak bersua (foto tim hms)

padanginfo-DHARMASRAYA—Setelah 45 tahun tak bersua, Ridwan dan Indra Catri melepas rindu di Sungai Rumbai, Dharmasraya, Rabu (21/10). Mereka merupakan teman sekolah dari SD sampai SMP. Setelah berpisah pulahan tahun, Ridwan bertemu saat Indra Catri mengunjungi latihan bersama Perguruan Maju Sehat Bersama (Mahatma) di Sungai Rumbai. Ridwan salah satu pengurus cabang perguruan itu di Dharmasraya. Kata Ridwan, di sekolah Indra Catri amat naka tapi ia juara kelas

Ridwan berkisah banyak soal si In (panggilan akrab Indra Catri) kecil  sewaktu bersekolah, ia  nakal. Meskipun begitu, Indra selalu juara kelas.
 
“Dulu si In ini nakal, tapi dia pintar dan juara kelas. Kami selalu bersama-sama,” ujar Ridwan memulai ceritanya bersama Indra Catri.

Ridwan menceritakan bahwa mereka berteman sangat akrab dan jarang bertengkar. Mereka bahkan sering tidur bersama sewaktu sekolah dulu. Ia sangat mengagumi teman masa sekolahnya itu. Saking kagumnya, ia menamai seorang anaknya dengan nama Indra Catri.

“Anak lelaki saya kami beri nama sama dengan Indra Catri biar dia juga sukses seperti teman saya ini,” ucap Ridwan sambil merangkul-rangkul sahabat kecilnya itu.

Ridwan berharap Indra Catri bersama Nasrul Abit menang pada Pilkada Sumbar. 

Indra Catri mengatakan bahwa ia bertemu dengan Ridwan saat bersilaturahmi dengan Perguruan Mahatma. Sebelumnya, ia diajak Ridwan untuk melihat anggota Mahatma berlatih bersama.

“Saya ditelepon beliau. ‘In, lihatlah kami latihan,’ katanya. Saya tanya, ‘Latihan apa, Wan? ‘Mahatma,’ kata beliau. Saya kemudian ketawa. Mungkin Ridwan belum tahu saya ini keluaga besar Mahatma,” tuturnya.

Di hadapan anggota Mahamatma, Indra Catri menjelaskan bahwa ia ikut mengembangkan Mahatma di Sumbar bersama pamannya, almarhum Dasril, almarhum Pandu, dan beberapa orang lainnya.

“Saya diwakafkan Mahatma untuk menjadi maju bupati Agam waktu itu. Sejak itu saya vakum. Sekarang rupanya banyak sahabat saya di Mahatma,” katanya. (ak)
×
Berita Terbaru Update