--> Siaga Satu Lingkungan Hidup Indonesia dan Solusi Green Economy | Padang Info |

Siaga Satu Lingkungan Hidup Indonesia dan Solusi Green Economy

padanginfo.com - JAKARTA - Pandemi telah merubah banyak hal. Pandemi mengubah secara radikal dan menjungkirbalikkan apa yang selama ini dian...


padanginfo.com - JAKARTA - Pandemi telah merubah banyak hal. Pandemi mengubah secara radikal dan menjungkirbalikkan apa yang selama ini dianggap suatu kenormalan, dan mungkin ke depan kondisi menjadi normal baru. Dari sudut ekonomi, di masa pandemi ini telah diperkirakan digital ekonomi yang bisa dikembangkan untuk menggantikan ekonomi sekarang ini.

“Ketika lingkungan porak poranda dan ekonomi tidak mampu merubah dari sistem ekonomi yang eksploitatif terhadap Sumber Daya Alam (SDA), tidak sustain dan hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, juga menafikan efek eksternalitas negatif dari sistem ekonomi, maka sekaranglah saatnya untuk berubah memperhatikan lingkungan hidup. Pandemi yang telah menjadi problem besar mau tidak mau harus dikaitkan menuju green economy,” jelas Prof. Dr. Didik J. Rachbini pada webinar Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Paramadina (26/6-2021).  

Webinar ini bertajuk  “Siaga Satu Lingkungan Hidup Indonesia: Solusi Green Economy”.  Hadir sebagai narasumber Rektor Universitas Paramadina Prof. Dr. Didik J. Rachbini, Poppy Ismalina, M.Ec. Dev, Ph.D, Associate Professor Ilmu Ekonomi, Universitas Gadjah Mada, Dr. Handi Risza (Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Universitas Paramadina. Acara ini dimoderatori Brigita Manohara; Mahasiswa Paramadina Graduate School of Business (PGSB).

Menurut Rektor Universitas Paramadina, ekonomi digital jauh lebih ramah lingkungan. Tatanan baru biasanya muncul ketika ada krisis. Pada saat inilah green economy bisa muncul sebagai sebuah format baru. “Itu bisa dilakukan dengan tidak lagi menggunakan material produksi yang dapat merusak lingkungan semisal kertas, yang harus menuju paperless dengan dukungan ekonomi digital. Begitupula pengelolaan lingkungan yang dapat dicapai dengan collective action atau sinergi pelaku usaha, pemerintah dan stakeholder lain,” sebutnya.

Poppy Ismalina, Ph.D mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara yang sangat rentan terhadap dampak negatif perubahan iklim harus secara konsisten mengacu pada program membangun Indonesia hijau. “Agenda perubahan iklim harus ditetapkan yakni perlindungan lingkungan hidup dan pengurangan emisi karbon. Pilihan strategi untuk menuju ke agenda penyelamatan lingkungan hidup dan emisi karbon terletak pada pilihan strategi dan kebijakan ke depan dengan menggunakan sektor riil dan sektor jasa keuangan.”

Poppy yang merupakan Associate Professor Ilmu Ekonomi, Universitas Gadjah Mada juga mengatakan bahwa konsep pemulihan green economy recovery, harus dilakukan dengan konsisten beserta implementasi yang sustain. Semua ditujuan agar lingkungan hidup tetap terjaga, dan tidak hanya memikirkan keuntungan ekonomi semata, tetapi bagaimana dapat meningkatkan keadilan sosial dan peningkatan kualitas hidup. “Sayangnya, dari aspek budget allocation, program mitigasi lingkungan dan adapatasi masih dianggarkan dengan sangat kecil pada APBN 2021-2022,“ katanya.

Selanjutnya Dr. Handi Risza, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Universitas Paramadina menyatakan bahwa kerusakan lingkungan akibat eksploitasi kekayaan tambang Indonesia dilakukan tanpa pernah memikirkan aspek perbaikan lingkungan. “Ini menjadi salah satu sebab mengapa Indonesia tidak bisa melepaskan diri atau tergantung dari hasil komoditas sumberdaya alam (SDA). Akibat perekonomian yang terlalu bergantung pada komoditas, maka tidak pernah bisa leading menuju industrialisasi pengolahan yang berbasis pada nilai tambah produk SDA.”

Handi juga menyatakan bahwa dikarenakan tidak terlalu aware dengan keberadaan lingkungan, maka akibatnya terjadi kerusakan hutan primer dengan alih fungsi lahan yang meluas. “Terjadi environmental degradation akibat pembangunan yang hanya mengandalkan sektor komoditas SDA. Hingga akhirnya Indonesia kini memiliki 10 masalah besar lingkungan dengan problema sampah nasional 67,8 juta ton sampah, yang merupakan masalah terbesar (40%), dan bencana banjir di urutan kedua (20%).” tuturnya.

“Untuk mengatasi masalah tersebut, menjadi tugas pemerintah sebagai otoritas yang memiliki kebijakan, modal anggaran, infrastruktur dan birokrasi pemerintahan yang lengkap kiranya sudah harus mulai menata pembangunan yang pro lingkungan dan sustainable. Hal tersebut tentunya harus didukung oleh porsi anggaran pemeliharaan yang pro lingkungan,” ujar Handi.

Handi juga menuturkan bahwa anggaran lingkungan hidup justru tidak tercantum dalam APBN 2021, padahal dalam APBN 2015-2020 dicantumkan. “Secara persentase memang meningkat, tetapi secara nominal angkanya justru terlalu kecil. APBN 2019 mencapai Rp2400 triliun atau rata-rata Rp1500 triliun, tetapi anggaran fungsi lingkungan hidup tercatat hanya Rp 14 triliun. Dari angka-angka itu dapat dilihat bagaimana komitmen pemerintah dalam hal kebijakan lingkungan yang masih jauh dari harapan,” jelasnya.(*/afr)

Baca Juga

loading...
Name

50 Kota,11,agam,66,Artikel,8,bank,6,Beasiswa,12,bencana,15,birokrasi,183,bisnis,194,budaya,54,bukittinggi,86,daerah,252,dharmasraya,149,duniamaya,54,figur,8,galeri,1,head,10,headline,2534,hiburan,4,hotel,1,Hotel di Padang,3,hukrim,200,infokerja,43,infrastruktur,5,inspiratif,2,Jakarta,107,K,1,kabupaten solok,36,keamanan,1,Kebun hidroponik yang dikelola Politeknik Pertanian Negeri Tanjuangpati (Foto: Dok. Poltektan),1,kesehatan,270,ko,1,kota,258,kuliner,5,limapulu kota,9,limapuluhkota,5,lingkungan,41,mentawai,30,nasional,107,olahraga,51,opini,33,organisasi,29,ormas,5,padang,762,padang panjang,5,padang pariaman,65,padang. kota,1,padangpanjang,26,pariaman,69,pasaman,24,pasaman barat,18,payakumbuh,34,peduli,66,pendidikan,264,perdagangan,5,peristiwa,17,pertanian,7,pesisir selatan,95,pikada,3,Pilkada,363,politik,211,prestasi,7,sawahlunto,244,sijunjung,55,solok,27,solok selatan,6,solok selatan,13,sosial,4,tanah datar,37,terbaru,8,transportasi,66,traveling,6,ukm,6,video,3,wisata,27,
ltr
item
Padang Info : Siaga Satu Lingkungan Hidup Indonesia dan Solusi Green Economy
Siaga Satu Lingkungan Hidup Indonesia dan Solusi Green Economy
https://1.bp.blogspot.com/-dDxQPPS8qzY/YNiVTSTUA4I/AAAAAAAAIe0/Y_IprcI2UgocA6JNOHY1TIwWpeIRrJeWwCLcBGAsYHQ/s320/green-seminar.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-dDxQPPS8qzY/YNiVTSTUA4I/AAAAAAAAIe0/Y_IprcI2UgocA6JNOHY1TIwWpeIRrJeWwCLcBGAsYHQ/s72-c/green-seminar.jpg
Padang Info
https://www.padanginfo.com/2021/06/siaga-satu-lingkungan-hidup-indonesia.html
https://www.padanginfo.com/
https://www.padanginfo.com/
https://www.padanginfo.com/2021/06/siaga-satu-lingkungan-hidup-indonesia.html
true
2338696794869057995
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy