Notification

×

Indeks Berita

Ketua DPRD Sumbar Supardi: 740 Peserta Telah Ikuti Pelatihan WRSE se-Kota Payakumbuh

Rabu, 08 Mei 2024 | Mei 08, 2024 WIB Last Updated 2024-05-08T13:50:08Z





Supardi foto bersama perempuan peserta WRSE se Kota Payakumbuh


padanginfo.com- PAYAKUMBUH-
DPRD Sumbar Supardi mengatakan sebanyak 740  ibu-ibu asal Payakumbuh telah mengikuti pelatihan WRSE usaha kuliner. Kegiatan ini terselenggara dari dana Pokir

Pelatihan berusaha bagi wanita rawan sosial ekonomi (WRSE) se-Kota Payakumbuh yang dilaksanakan Dinas Sosial Provinsi.

"Semoga bisa menjadi bekal yang membantu mereka untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan secara umum bisa pula membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Payakumbuh,"ujar Supardi saat membuka pelatihan berusaha bagi WRSE se-Kota Payakumbuh Angkatan ke-8, Minggu (5/5/2024) di Payakumbuh.

Supardi mengatakan, saat ini sangat banyak perempuan menjadi tulang punggung keluarga. Merekalah yang menjadi pencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan. Penyebabnya banyak, ada karena kematian pasangan, perceraian, pasangan sakit dan lain sebagainya. 

"Apalagi karena perceraian. Ini sangat banyak terjadi di Payakumbuh. Bahkan di Sumbar, angka perceraian di Payakumbuh tertinggi," imbuh Supardi. 

Supardi berharap, dengan mengikuti pelatihan berwirausaha ini, nantinya peserta bukan hanya akan mampu memenuhi kebutuhan keluarga saja. Namun juga bisa menjadi UMKM yang sukses. Denga  begitu berarti mereka telah ikut pula mengharumkan nama Payakumbuh melalui kekayaan kuliner dan UMKM. 

Pada kesempatan itu,Supardi memotivasi para peserta untuk mempertahankan semangat untuk berjuang,berusaha kuliner dengan menjajakan makanan khas tradisi Payakumbuh yang jenis makanannya sangat berpotensi menjadi usaha yang menjanjikan. 

"Jangan karena alat-alat memasak di pelatihan kuliner bagus dan canggih. Lalu Ketika di rumah tidak punya alat secanggih itu, ibu-ibu malah enggan berusaha. Teruslah berusaha dan semangat, optimalkan apapun yang ada," ujarnya. 

Supardi mencontohkan, Pekanbaru sekarang sangat terkenal dengan kue talamnya. Banyak toko-toko menjajakan kue talam dengan berbagai rasa. Pembelinya banyak, bahkan banyak pula dipesan dari luar kota. Padahal kue talam itu khas Payakumbuh juga.

Oleh karena itu, lanjut Supardi, janganlah malu dan enggan menjajakan kuliner khas daerah. Potensi suksesnya justru lebih besar. Seperti kipang. Ini khas Payakumbuh juga. Sekarang dilihat malah di jual di lampu merah. Coba kita upayakan, inovasikan untuk menjualnya dengan sebaik mungkin. Percaya dirilah menjual makanan tradisi daerah.

Supardi menambahkan, sebagai wakil rakyat yang merupakan putra Asli Payakumbuh, ia terus berupaya untuk membuka peluang UMKM kuliner Payakumbuh sukses, terkenal dan meraih pangsa pasar luas. 

Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update