padanginfo.com-JAKARTA- Senator Jelita Donal meminta bila penyelenggaran haji sukses dilaksanakan di lapangan, Kementerian Haji dan Umroh RI harus melibatkan sebanyak-sebanyaknya mahasiswa Indonesia di Timur Tengah sebagai tenaga musim (Temus) haji 2026
Di samping memudahkan kelancaran pelayanan, para mahasiswa itu energik, menguasai lapangan, menguasai fiqih ibadah dan bahasa, bahkan bisa mengurus administrasi yang terkait dengan surat menyurat
Demikian usulan Jelita Donal dalam rapat di Gedung DPD RI Senayan bersama Kementrian Haji & Umroh di Jakarta, Selasa pekan lalu
Jelita Donal menegaskan pentingnya meningkatkan jumlah tenaga musim (temus) haji dari kalangan mahasiswa Indonesia yang sedang study Keislaman khususnya di Timur Tengah untuk pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 H .
Ia menjelaskan, para mahasiswa Indonesia di Timur Tengah memiliki kemampuan berbahasa Arab yang baik sehingga mudah untuk berinteraksi dengan para petugas haji dan masyarakat umum Arab Saudi.
“Mereka juga memahami dengan baik situasi kondisi di lapangan sehingga bisa membantu/mengarahkan jamaah haji Indonesia bila mengalami kesulitan selama beribadah haji," ujar Wakil Ketua Komite III DPD RI itu
Jelita Donal pernah berkali-kali jadi tenaga Temus haji menambahkan, pelayanan haji merupakan tanggung jawab besar negara dalam memastikan jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.
Kompleksitas penyelenggaraan haji, khususnya di Arab Saudi, menuntut koordinasi lintas pihak yang kuat, cepat, dan responsif. Dalam konteks ini, Temus mahasiswa Indonesia di Arab Saudi dengan pihak terkait, serta sinergi bersama kantor daerah di tanah air, menjadi kebutuhan yang semakin mendesak.
Sementara itu, koordinasi dengan kantor daerah sangat penting agar pelayanan haji berjalan dari hulu ke hilir. Kantor daerah berperan dalam pendataan jamaah, pembinaan manasik, serta penanganan administrasi sebelum dan sesudah keberangkatan.
Temu dan komunikasi yang intensif antara mahasiswa di Arab Saudi dan kantor daerah akan mempercepat alur informasi, meminimalkan kesalahpahaman, serta memastikan setiap persoalan jamaah dapat ditangani secara tepat dan terintegrasi. (*/ak)