Catatan Yurnaldi
(wartawan utama, menyertai Nan Jombang ke Jepang tahun 2010)
padanginfo.com-Di banyak panggung internasional, ketika gerak tubuh para penari Nan Jombang menghentak lantai dengan ritme yang terasa seperti denyut bumi Minangkabau, nama Ery Mefri hampir selalu hadir di baliknya. Ia bukan sekadar koreografer, tetapi penghubung antara tradisi yang diwariskan turun-temurun dengan bahasa tari modern yang dapat dipahami dunia.
Anak Tradisi yang Tumbuh dalam Atmosfer Seni
Ery Mefri lahir di Saniangbaka, Solok, Sumatera Barat, 23 Juni 1958, di lingkungan keluarga yang akrab dengan seni tradisi. Ayahnya dikenal sebagai seniman tradisi Minangkabau, sementara suasana kampungnya penuh dengan irama talempong, dendang, dan gerak silat yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Sejak kecil ia menyaksikan bagaimana seni bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari identitas sosial dan budaya masyarakat. Pengalaman itu membentuk kesadarannya bahwa gerak tubuh memiliki makna yang lebih dalam: ia adalah bahasa kebudayaan.
Ketertarikan pada dunia tari membawanya menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI) Padang Panjang, salah satu pusat pendidikan seni penting di Sumatera Barat. Di sekolah inilah ia tidak hanya mempelajari teknik tari tradisional, tetapi juga mulai mengenal kemungkinan eksplorasi gerak yang lebih luas.
Mencari Bahasa Baru Tari Minangkabau
Awal 1980-an menjadi masa penting dalam perjalanan seninya. Ia bergabung dengan berbagai kelompok seni dan terlibat dalam proses kreatif yang mempertemukannya dengan gagasan tari modern dan kontemporer. Pengalaman ini membuka kesadarannya bahwa tradisi tidak harus statis; tradisi justru dapat menjadi sumber eksplorasi kreatif tanpa kehilangan akar.
Dari pencarian itulah lahir gagasan untuk membentuk kelompok tari sendiri. Bersama rekan-rekan seniman, ia mendirikan Nan Jombang Dance Company, yang kemudian berkembang menjadi salah satu kelompok tari kontemporer paling berpengaruh dari Sumatera Barat.
Nama “Nan Jombang” sendiri mencerminkan semangat kebebasan berekspresi: gerak yang tidak kaku, tetapi tetap berakar pada filosofi Minangkabau.
Tradisi sebagai Sumber Kreativitas
Karya-karya Ery Mefri dikenal kuat mengangkat unsur silat Minangkabau, ritme tubuh, bunyi-bunyian alami, dan dinamika kelompok yang intens. Ia sering memanfaatkan suara napas, hentakan kaki, atau bunyi tubuh sebagai bagian dari komposisi musik tari, menciptakan pengalaman pertunjukan yang khas dan berbeda.
Falsafah Minangkabau “alam takambang jadi guru” menjadi pijakan penting dalam proses kreatifnya. Alam, kehidupan sosial, dan perubahan zaman dilihat sebagai sumber inspirasi yang terus bergerak. Karena itu, karya-karyanya tidak hanya berbicara tentang estetika, tetapi juga tentang manusia, identitas, dan dinamika masyarakat.
Dari Padang ke Panggung Dunia
Melalui Nan Jombang Dance Company, karya-karya Ery Mefri tampil di berbagai festival seni internasional di Asia, Eropa, Australia, hingga Amerika. Penampilannya tidak hanya memperkenalkan tari Minangkabau, tetapi juga menunjukkan bahwa seni tradisi Indonesia mampu berdialog dengan perkembangan seni global.
Dalam berbagai festival, Nan Jombang sering dipuji karena menghadirkan energi tubuh yang kuat, komposisi kelompok yang dinamis, serta kemampuan mengolah tradisi menjadi bahasa artistik kontemporer yang segar.
Pendidik dan Penggerak Ekosistem Seni
Selain mencipta karya, Ery Mefri juga aktif membangun ruang tumbuh bagi seniman muda. Ia menggagas berbagai kegiatan seperti festival tari, workshop, dan pasar seni pertunjukan, yang membuka kesempatan kolaborasi antara seniman lokal dan internasional.
Bagi banyak penari muda di Sumatera Barat, Nan Jombang bukan hanya kelompok pertunjukan, tetapi juga sekolah kehidupan yang mengajarkan disiplin, kerja kolektif, dan kebanggaan terhadap akar budaya.
Penghargaan dan Pengakuan
Dedikasi panjangnya dalam dunia seni membuat Ery Mefri menerima berbagai penghargaan, termasuk Anugerah Kebudayaan Republik Indonesia, yang menempatkannya sebagai pelopor dan pembaru dalam seni tari Indonesia.
Penghargaan tersebut bukan hanya pengakuan terhadap karya artistiknya, tetapi juga terhadap perannya dalam menjaga keberlanjutan tradisi melalui pendekatan kreatif.
Menjaga Akar, Menatap Masa Depan
Perjalanan Ery Mefri menunjukkan bahwa modernitas tidak harus memutus hubungan dengan tradisi. Sebaliknya, tradisi dapat menjadi sumber energi kreatif yang tak habis digali. Melalui karya-karyanya, ia memperlihatkan bagaimana gerak tubuh yang berakar dari kampung di Minangkabau dapat berbicara lantang di panggung dunia.
Di tangan Ery Mefri, tari bukan sekadar pertunjukan; ia adalah pernyataan identitas, ruang dialog budaya, dan bukti bahwa warisan lokal dapat memiliki gema global.
Maestro tari Ery Mefri itu, sudah berpulang dan meninggalkan banyak jasanya untuk kemajuan dan perkembangan tari di Indonesia dan dunia. Ladang tari Nan Jombang dan Museum Tari Ery Mefri yang ditinggalkannya akan menjadi saksi dan meninggalkan jejak yang panjang tentang prestasi dan jejak perjuangannya.
Selamat jalan dan kembali ke haribaanNya Uda Ery Mefri, Innalillahi wa innailaihi rojiun. (**)
Tanjung batu, Ogan Ilir, Sumsel, /02/2026
@sorotan