padanginfo.com-SIJUNJUNG- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) yang melaksanakan pengabdian di Nagari Pematang Panjang menjalankan program penguatan sistem informasi digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Program ini dilaksanakan melalui optimalisasi website nagari sebagai pusat data dan promosi usaha, pemanfaatan media sosial, serta penerapan QRIS sebagai sistem transaksi non-tunai bagi pelaku UMKM setempat.
Program tersebut dilaksanakan sebagai respons terhadap masih terbatasnya pemanfaatan teknologi digital oleh sebagian pelaku UMKM di nagari, baik dalam hal promosi usaha, sistem pembayaran, maupun visibilitas lokasi usaha. Padahal, digitalisasi dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing UMKM di tengah perkembangan ekonomi berbasis teknologi.
Penanggung jawab Program Kerja Digitalisasi UMKM, Himawan Adityo Ramadhan, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman praktis kepada pelaku UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Ia mengatakan, melalui pendekatan langsung ke pelaku UMKM, mahasiswa KKN ingin memastikan pelaku usaha benar-benar memahami manfaat digitalisasi, mulai dari penggunaan QRIS, promosi melalui media digital, hingga pencantuman lokasi usaha di Google Maps agar lebih mudah dijangkau konsumen.
Program kerja tersebut dilaksanakan di bawah pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan, Winda Purnama Sari, SP., MP., yang turut memberikan arahan agar kegiatan KKN tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat nagari.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Unand melakukan sosialisasi digitalisasi UMKM secara door to door dengan langsung mendatangi lokasi usaha para pelaku UMKM. Pendekatan ini dipilih agar sosialisasi dapat dilakukan secara lebih personal dan menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha. Sebanyak 30 UMKM di Nagari Pematang Panjang menjadi sasaran kegiatan sosialisasi dan pendampingan.
Kegiatan yang dilakukan meliputi pengenalan dan pendampingan penggunaan QRIS sebagai sistem pembayaran non-tunai. Mahasiswa KKN memberikan penjelasan mulai dari proses pendaftaran, tata cara penggunaan QRIS dalam transaksi, hingga manfaat yang dapat diperoleh pelaku UMKM, seperti kemudahan transaksi dan meningkatnya kepercayaan konsumen.
Selain itu, mahasiswa KKN juga membantu pelaku UMKM dalam menambahkan dan memperbarui lokasi usaha pada Google Maps. Langkah ini bertujuan agar lokasi UMKM lebih mudah ditemukan oleh konsumen, baik masyarakat lokal maupun pendatang. Dengan terdaftarnya UMKM di Google Maps, akses informasi usaha diharapkan menjadi lebih terbuka dan mampu meningkatkan potensi kunjungan pembeli.
Tidak hanya fokus pada pendampingan individu, mahasiswa KKN Unand juga mengoptimalkan website nagari sebagai pusat informasi UMKM. Data usaha yang telah dihimpun dari para pelaku UMKM kemudian ditampilkan di website nagari sebagai media promosi sekaligus dokumentasi potensi ekonomi Nagari Pematang Panjang. Website ini dirancang agar dapat dikelola secara berkelanjutan oleh perangkat nagari.
Pemanfaatan media sosial turut menjadi bagian dari program digitalisasi UMKM tersebut. Mahasiswa KKN membantu pembuatan konten promosi sederhana yang menampilkan profil UMKM, produk unggulan, serta proses produksi. Media sosial digunakan sebagai sarana untuk memperluas jangkauan promosi dan memperkenalkan UMKM Nagari Pematang Panjang kepada masyarakat yang lebih luas.
Salah seorang perangkat nagari menyampaikan bahwa program ini memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM. Ia menyebutkan bahwa pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKN sangat membantu pelaku UMKM dalam memahami penggunaan teknologi digital, terutama dalam hal promosi usaha dan sistem pembayaran non-tunai.
Hal senada juga disampaikan oleh Pak Beny, pemilik Kedai Sarapan, yang merasakan langsung dampak program tersebut. Ia mengatakan bahwa dengan adanya pendampingan ini, pelaku UMKM menjadi lebih paham menggunakan QRIS dan lokasi usaha kini lebih mudah ditemukan melalui Google Maps.(**)
Mahasiswa KKN Unand berharap program penguatan sistem informasi digital UMKM ini tidak hanya berdampak selama masa KKN, tetapi dapat berlanjut secara mandiri. Melalui peningkatan literasi digital, penggunaan QRIS, serta integrasi UMKM ke dalam website nagari dan platform digital lainnya, potensi ekonomi Nagari Pematang Panjang diharapkan semakin dikenal luas.
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung transformasi digital di tingkat nagari sekaligus memperkuat peran UMKM sebagai penggerak ekonomi masyarakat lokal.