padanginfo.com-SIJUNJUNG- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (UNAND) melaksanakan Program Seribu Bibit sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat. Program ini berfokus pada pembibitan tanaman hortikultura, khususnya terong dan cabai rawit, yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat setempat.
Kegiatan ini dilaksanakan di Lahan Demplot belakang kantor Wali Nagari dengan melibatkan mahasiswa dan warga sekitar dalam proses penyemaian dan perawatan bibit. Melalui pendekatan partisipatif, masyarakat tidak hanya menerima bibit, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai teknik pembibitan dan perawatan tanaman yang baik.
Koordinator program menjelaskan bahwa Program Seribu Bibit bertujuan untuk membantu masyarakat meningkatkan pemanfaatan lahan pekarangan serta mendorong kemandirian pangan rumah tangga. “Kami berharap bibit terong dan cabai rawit ini dapat menjadi awal bagi masyarakat untuk menanam sendiri kebutuhan sayuran dan bumbu dapur, sehingga dapat mengurangi pengeluaran sekaligus meningkatkan gizi keluarga,” ujar Putra Mahasiswa KKN selaku Penanggungjawab Program kerja.
Proses pembibitan dilakukan dengan metode sederhana dan mudah diterapkan, menggunakan polybag dan media tanam yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan setempat. Bibit dirawat secara rutin oleh mahasiswa KKN hingga mencapai usia siap tanam. Setelah itu, bibit akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat agar dapat ditanam di pekarangan rumah maupun kebun masing-masing.
Warga menyambut baik program ini karena dianggap sangat bermanfaat, terutama di tengah fluktuasi harga bahan pangan seperti cabai. Dengan adanya pembagian bibit ini, masyarakat diharapkan dapat memproduksi sendiri sebagian kebutuhan sayurannya.
Melalui Program Seribu Bibit ini, mahasiswa KKN UNAND berharap dapat meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan, tidak hanya dalam bentuk tanaman, tetapi juga dalam peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pertanian rumah tangga dan ketahanan pangan berbasis desa.(**)