Notification

×

Iklan

Iklan

Wako Zulmaeta Tekankan Makna Idul Fitri dan Toleransi

Jumat, 20 Maret 2026 | 3/20/2026 WIB Last Updated 2026-03-20T11:07:26Z
 
padanginfo.com-PAYAKUMBUH — Ribuan jamaah memadati halaman Balai Kota Payakumbuh untuk melaksanakan salat Idul Fitri 1447 Hijriah, meski hujan mengguyur Kota Payakumbuh sejak subuh, Jumat (20/03/2026).

“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemko Payakumbuh kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” kata Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta.

Ia mengajak masyarakat menyikapi perbedaan penetapan 1 Syawal dengan bijak agar tidak memicu perpecahan.

“Walaupun terdapat perbedaan dalam penentuan 1 Syawal 1447 H, ada yang Jumat 20 Maret dan ada yang Sabtu 21 Maret, janganlah menyebabkan perpecahan di masyarakat. Kita tetap menghargai perbedaan ini sebagai bentuk toleransi umat beragama,” ujarnya.

Menurut dia, Idul Fitri menjadi momentum penting untuk kembali kepada fitrah setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan.

“Hari Raya Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi merupakan momen untuk kembali kepada fitrah, kembali kepada kesucian jiwa setelah sebulan penuh kita menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan,” katanya.

Zulmaeta juga mengingatkan pentingnya mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat.

“Momentum Idul Fitri ini hendaknya kita jadikan sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat rasa persatuan, serta menumbuhkan rasa kekeluargaan di tengah masyarakat,” katanya.

“Mari kita saling memaafkan, menghapus segala khilaf dan kesalahan, serta membuka lembaran baru yang lebih baik,” lanjutnya.

Ia menekankan agar nilai-nilai Ramadan terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai-nilai Ramadan seperti keikhlasan, kesabaran, kepedulian sosial, dan semangat berbagi hendaknya terus kita jaga dan kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

“Kepedulian terhadap sesama, terutama kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan, menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berkeadilan,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menjaga keamanan dan ketertiban selama Ramadan hingga Idul Fitri.

“Saya juga ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak; para ASN, tenaga kesehatan, TNI dan Polri, serta seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi dalam menjaga Kamtibmas selama bulan Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri ini,” katanya.

“Berkat kerja sama kita semua, Alhamdulillah Kota Payakumbuh berada dalam kondisi aman dan kondusif,” tambahnya.

Zulmaeta turut menyampaikan ucapan selamat datang kepada para perantau yang pulang kampung dan mengapresiasi kontribusi mereka terhadap perekonomian daerah.

“Kepada para perantau, kami ucapkan selamat datang di kampung halaman tercinta. Terima kasih atas sumbangsih para perantau Minang yang telah berkontribusi nyata pada perekonomian Sumatera Barat dan juga Kota Payakumbuh,” ujarnya.

Ia menyebut kontribusi perantau Minang sangat signifikan, dengan estimasi kiriman uang dan barang mencapai Rp20 triliun per tahun.

Selain itu, mudik Lebaran juga mendorong perputaran ekonomi di Sumatera Barat yang diperkirakan mencapai Rp12 triliun, termasuk berdampak pada Kota Payakumbuh sebagai daerah perlintasan dan tujuan.

Pemko Payakumbuh, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan pelayanan bagi masyarakat dan perantau, termasuk melalui rekayasa lalu lintas serta penempatan pos pengamanan di titik strategis seperti kawasan Ngalau Indah dan pusat kota.

“Kami bersama Forkopimda terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada para perantau dan pengunjung agar lebih nyaman selama berada di Kota Payakumbuh,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan dan keindahan kota sejalan dengan program “Asri” yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah, serta mendorong pengelolaan sampah agar memiliki nilai ekonomi.

Di sisi lain, ia mengakui persoalan parkir masih menjadi tantangan yang dihadapi pemerintah daerah.

“Salah satu permasalahan krusial di kota kita ini adalah persoalan parkir. Sampai saat ini belum tersedia sarana prasarana parkir yang nyaman dan memadai,” ujarnya.

Sebagai solusi, pemerintah telah menyiapkan pembangunan Pasar Pusat Pertokoan Blok Barat yang dilengkapi fasilitas parkir basement, serta pengembangan Pasar Ibuah Barat dengan konsep pasar tradisional bersih dan modern.

Di akhir penyampaiannya, Zulmaeta mengajak seluruh masyarakat mendukung pembangunan daerah dan menjaga kondusivitas kota.

“Mari kita jadikan semangat Idul Fitri sebagai energi untuk terus membangun Kota Payakumbuh yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat,” katanya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas berbagai kekurangan selama masa kepemimpinannya serta berharap nilai-nilai Ramadan dapat terus dijaga sepanjang tahun.

Salat Idul Fitri 1447 H itu juga diikuti Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman, Forkopimda Kota Payakumbuh, Sekda Rida Ananda, jajaran Pemko Payakumbuh serta puluhan ribu jamaah dan perantau. (BT)
×
Berita Terbaru Update