padanginfo.com-PADANG PANJANG-Komunitas Seni Kuflet 17 Mei 2026, di Sekretariat Kuflet menggelar Milad ke-29 tahun dan meluncurkan Antologi Puisi bertajuk "Padangpanjang 999" Karya Sulaiman Juned. Ujar Nofal Ketua Harian Kuflet.
Ketua Panitia Milad Kuflet mengatakan, Kegiatan Kuflet dipadati tamu undangan dan berlangsung hangat, khidmat, serta penuh nuansa sastra. Terima kasih telah dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari akademisi, sastrawan, mahasiswa, hingga pegiat literasi. Sejumlah tokoh yang tampak hadir di antaranya Perupa dan dosen Seni Rupa Hamzah, S.Sn., M.Sn., Dosen dan Sutradara Teater Dr. Yusril, S.S., M.Sn., Dr. Purwo Prihatin, M.Sn., Yunaidi, M.Sn., Fery Herdianto, M.Sn dari Institut Seni Indonesia Padangpanjang, serta Jon Kennedy Redaktur Pelaksana Harian Rakyat Sumbar. Ujarnya.
Pembawa Acara Fitri menyampaikan kisah perjalanan kisah singkat berdirinya Komunitas Seni Kuflet yang konsisten bergerak di bidang sastra, teater, senirupa dan pendidikan, serta kebudayaan selama hampir tiga dekade. Ini tentu menjadi pengingat perjalanan komunitas dalam menjaga ruang kreativitas dan literasi di tengah perkembangan zaman. Ujarnya.
Perupa Nasional asal Padang Panjang Hamzah, S.Sn., M.Sn mengatakan, Suasana acara semakin hangat ketika salah satu anak asuh Komunitas Seni Kuflet, Alika Nayla Putri, tampil membawakan mendongeng tentang A.A Navis Sastrawan Hebat. Meski masih duduk di bangku Sekolah Dasar, Alika tampil percaya diri dan mampu membangun antusiasme penonton melalui ekspresi, intonasi, dan penghayatan cerita yang dibawakannya. Paparnya.
Pembina Komunitas Seni Kuflet Muhammad Subhan melakukan pemotongan tumpeng dan mengatakan, Ini menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan panjang komunitas yang tetap aktif hingga memasuki usia ke-29 tahun. Ini hari menjadi sebuah kebersamaan antaranggota dan tamu undangan semakin terasa ketika seluruh peserta menikmati makan tumpeng bersama sambil mendengarkan pembacaan puisi dari anggota Komunitas Seni Kuflet. Papar Penulis yang Founder Aekolah Menulis elipsis.
Sesi bedah buku Antologi Puisi Padangpanjang 999 yang menghadirkan tiga narasumber Prof. Dr. Asril S.SKar., M.Hum., Kritikus Seni sekaligus Guru Besar Seni Pertunjukan ISI Padangpanjang. Sastarawan Nasional Asal Payakumbuh Adri Sandra, serta Muhammad Subhan. Diskusi dipandu moderator Mursidiq.
Dalam sesi diskusi, para narasumber membedah berbagai aspek dalam buku tersebut, mulai dari kekuatan bahasa, nuansa spiritual, hubungan penyair dengan ruang kota, hingga proses kreatif yang membentuk puisi-puisi dalam antologi tersebut. Para peserta aktif pula mengikuti jalannya diskusi melalui sesi tanya jawab bersama narasumber.
Salah satu pertanyaan yang menjadi perhatian peserta ialah mengenai apa yang paling mempengaruhi proses penciptaan karya Sulaiman Juned, apakah berasal dari jiwa pribadi penyair atau lanskap Kota Padangpanjang itu sendiri. Dari hasil diskusi disimpulkan bahwa proses penciptaan karya dalam Padangpanjang 999 dipengaruhi oleh perpaduan antara pengalaman batin penyair, latar budaya Aceh, serta lingkungan Padangpanjang yang telah lama menjadi ruang hidup dan proses kreatifnya. Lanskap Padangpanjang dinilai bukan sekadar latar tempat, melainkan ruang yang memperkuat memori, spiritualitas, dan kedalaman emosional dalam puisi-puisinya.
Para narasumber juga menilai bahwa karya-karya dalam buku tersebut menghadirkan nuansa yang lembut, reflektif, dan religius, sekaligus memperlihatkan kedekatan penyair dengan pengalaman sosial dan budaya yang melingkupinya. (*)